LAMPUNG SELATAN — Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Darul Islah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (7/9/2026), tidak hanya berisi ceramah keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus penguatan pendidikan karakter para santri.
Pengasuh Ponpes Darul Islah, KH Ahmad Subariyo, S.Sos.I., menyebut peringatan tahunan itu bertujuan mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah dalam menegakkan ajaran Islam.
Pendidikan akhlak di ponpes ini tidak berhenti pada teori. Para santri dibiasakan menerapkan sunnah Rasulullah dalam aktivitas sederhana, seperti adab makan dan minum.
“Mudah-mudahan dengan peringatan maulid ini, anak-anak santri selalu mencontoh dari sifat akhlaknya Baginda Rasulullah SAW, sehingga santri-santri itu lebih mengutamakan akhlak dibandingkan dengan ilmu,” tuturnya.
Pembiasaan tersebut mencakup makan menggunakan tangan kanan, minum dalam keadaan duduk, serta membaca doa sebelum dan sesudah makan. Menurut KH Ahmad Subariyo, kebiasaan kecil ini membantu santri mengiringi ilmu yang dipelajari dengan akhlak mulia.
KH Ahmad Subariyo mengingatkan para santri bahwa ilmu yang dimiliki seseorang tidak akan memberi manfaat jika tidak diiringi akhlak yang baik. Ia menegaskan, keteladanan Rasulullah adalah fondasi utama dalam menuntut ilmu.
“Karena ilmu tanpa adanya akhlak, ilmunya itu tidak akan bermanfaat,” tegasnya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi santri untuk mengenal sifat-sifat Rasulullah, perjuangan beliau berdakwah, serta cara beliau menegakkan agama Islam.
Dalam kesempatan itu, KH Ahmad Subariyo mengajak generasi muda memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dengan rajin menghadiri majelis Maulid Nabi. Ia mengibaratkan kebiasaan tersebut seperti mengukir di atas batu—semakin sering dilakukan, semakin kuat nilainya melekat di hati.
“Pesan kami selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Islah, mari kepada anak-anak muda semuanya kita tanamkan cinta kepada Baginda Rasulullah dengan selalu mengenang Baginda Rasulullah,” ujarnya.
“Kalau kita sering hadir, itu akan bagaikan kita mengukir di atas batu, sehingga akan lama-lama terus tersentuh hati kita sehingga kita akan mendapatkan nur cahaya Baginda Rasulullah SAW,” pungkasnya.
Melalui keteladanan Rasulullah, para santri dan generasi muda diharapkan mampu menerapkan nilai akhlak, kedisiplinan, serta semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi di ponpes ini pun diharapkan memberikan dampak pendidikan yang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial tahunan.