Prof Rudy Maju sebagai Bakal Calon Rektor Unila 2027–2031, Bawa Rekam Jejak 24 Tahun dan Dua Gelar Internasional

Penulis: Nasrul Effendi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:46:31 WIB
Prof. Rudy menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon rektor Unila periode 2027–2031 di Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai memanas. Prof. Rudy, S.H., LL.M., LL.D., resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon rektor pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kehadirannya memberi warna tersendiri. Bukan hanya karena usianya yang relatif muda di antara kandidat lain, tetapi juga karena rekam jejaknya yang panjang di lingkungan kampus berjuluk Kampus Hijau tersebut.

Perjalanan Karier: Dari Wakil Rektor hingga Ketua Bagian HTN

Selama hampir 24 tahun mengabdi, pria berlatarbelakang hukum ini telah menduduki sejumlah posisi strategis. Ia pernah dipercaya memegang jabatan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Di Fakultas Hukum, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bagian Hukum Tata Negara dan Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan. Modal pengelolaan kampus dari sisi administrasi hingga akademik ini menjadi nilai jual utamanya.

Dua gelar lanjutan, LL.M. dan LL.D., ia raih dari perguruan tinggi di luar negeri. Namun, dalam kontestasi ini, publik tidak hanya menilai dari deretan gelar dan jabatan yang pernah disandang.

Gagasan Lebih Penting dari Sekadar Gelar

Pilrek Unila bukanlah ajang adu banyaknya jabatan. Kandidat dituntut memiliki gagasan konkret dan kemampuan mewujudkannya. Unila saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu mendongkrak kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Penguatan tata kelola dan daya saing lulusan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Reputasi Unila di tingkat nasional dan internasional menjadi taruhannya.

Masyarakat akademik pun menunggu pemaparan visi dan misi para kandidat. Di tahapan itulah kapasitas Prof. Rudy dan calon lainnya akan benar-benar diuji secara terbuka.

Komitmen Hindari Kampanye Hitam

Sikap Prof. Rudy yang berkomitmen mengikuti kontestasi secara sehat patut dicermati. Ia menegaskan akan menghormati tata tertib Senat dan berjanji menghindari praktik negatif campaign maupun black campaign.

Pilrek seharusnya menjadi ajang pertarungan gagasan, bukan pertarungan untuk saling menjatuhkan. Semua kandidat perlu mendapat kesempatan yang sama untuk memaparkan program kerjanya.

Biarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, dan program kerja yang berbicara di hadapan Senat. Semakin berkualitas para kandidat, semakin besar peluang Unila mendapatkan pemimpin terbaik.

Jika Prof. Rudy mampu menawarkan gagasan yang konkret, realistis, dan visioner, kehadirannya bisa menjadi angin segar. Namun, kandidat lain pun tetap memiliki peluang yang sama untuk memimpin Unila.

Yang dipertaruhkan dalam Pilrek 2027–2031 bukan sekadar jabatan, melainkan arah masa depan Universitas Lampung dalam lima tahun ke depan.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: clickinfo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top