Harga Minyak Dunia Turun di Bawah USD84, Kementerian ESDM Buka Peluang Pertamax Turun untuk Warga Lampung

Penulis: Nasrul Effendi  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 08:46:31 WIB
Harga minyak mentah Brent tercatat turun ke level USD83,86 per barel pada perdagangan Selasa (28/7).

BANDAR LAMPUNG — Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan tren penurunan signifikan, membuka ruang bagi pemerintah untuk mengevaluasi harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Data perdagangan terbaru mencatat harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober ambles 2,34 persen menjadi USD83,86 per barel pada Selasa (28/7), pertama kalinya berada di bawah level USD84 sejak 17 Juli 2026. Penurunan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang turun 2,28 persen ke posisi USD80,73 per barel.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya, ketika tensi geopolitik global mendorong harga Brent meroket 6,38 persen hingga menyentuh USD100,07 per barel pada 23 Juli 2026. Kini, pasar minyak masih dibayangi ketidakpastian tinggi akibat dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Potensi Penurunan Harga Pertamax di SPBU Lampung

Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan bahwa harga Pertamax sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia. Pihaknya kini tengah menghitung rata-rata harga minyak dunia sebagai dasar evaluasi harga BBM nonsubsidi. "Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," ujar Yuliot saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Proses perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan biaya pokok penyediaan (BPP) Pertamina ditambah margin keuntungan yang wajar. "Jadi nanti akan dihitung BPP-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," jelas Yuliot.

Apa Artinya bagi Pengguna Pertamax di Lampung?

Bagi warga Bandar Lampung dan sekitarnya yang selama ini mengandalkan Pertamax, potensi penyesuaian harga ini menjadi kabar baik di tengah tekanan biaya hidup. Meski demikian, pemerintah belum memberikan angka pasti kapan dan seberapa besar penurunan akan terjadi. Keputusan final tetap berada di tangan Pertamina setelah evaluasi keekonomian rampung.

Sepanjang tahun ini, harga minyak dunia memang menunjukkan volatilitas tinggi. Lonjakan pada akhir Juli lalu sempat memicu kekhawatiran akan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Namun, koreksi harga yang terjadi belakangan ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengambil langkah sebaliknya.

Kementerian ESDM memastikan akan terus memantau pergerakan harga minyak global sebelum memutuskan kebijakan lebih lanjut. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari Pertamina terkait perubahan harga di SPBU.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top