LAMPUNG — COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembinaan kader internal bukan lagi sekadar wacana. Pihaknya sudah menyusun peta jalan pengembangan talenta yang terukur.
"Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan," kata Dony dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Langkah awal yang sudah diterapkan adalah Single Grading System dan Job Value. Dua instrumen ini menyelaraskan sistem penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup BUMN. Sebelumnya, setiap perusahaan punya standar sendiri yang kerap tumpang tindih.
Selain itu, Danantara juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix. Semua posisi strategis akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif. Dengan begitu, proses penempatan talenta diharapkan lebih transparan dan tidak lagi dipengaruhi unsur preferensi pribadi.
Untuk memperkuat kaderisasi, Danantara membentuk Danantara Corporate University. Lembaga ini akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Para peserta akan dibekali standar kompetensi, kepemimpinan, dan kemampuan nonteknis yang seragam sebagai bekal menjadi calon pemimpin masa depan.
Dony menekankan, pembangunan talenta bukan tugas HR semata. Ini menjadi tanggung jawab utama setiap CEO. "Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO," ujarnya.
Menurut Dony, transformasi BUMN tidak hanya bertujuan meningkatkan kinerja jangka pendek. Lebih dari itu, harus membangun fondasi keberlanjutan bisnis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Meski sejumlah BUMN sudah mencatatkan peningkatan kinerja, keberhasilan itu harus ditopang oleh pembangunan SDM yang berkelanjutan.
"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," kata Dony.
Dengan sistem baru ini, Danantara berharap regenerasi kepemimpinan di tubuh BUMN tidak lagi bergantung pada rekrutmen eksternal. Kader internal yang sudah terbukti kompeten akan naik secara alami, memastikan setiap perusahaan tetap berada di jalur transformasi yang sudah dirancang.