LAMPUNG — Riset bertajuk 2026 CDK EV Ownership Study ini memotret perilaku nyata pengemudi EV, mulai dari interaksi di diler hingga kebiasaan berkendara harian. David Thomas dari CDK memaparkan temuan tersebut dalam siniar Quick Charge Electrek pekan lalu.
Dari ribuan responden yang sudah menggunakan mobil listrik, hanya 6 persen yang mempertimbangkan kembali ke kendaraan berbahan bakar fosil. CDK menyebut temuan ini sebagai bukti bahwa pengalaman berkendara EV—dari respons akselerasi hingga biaya operasional—mampu mengubah preferensi secara permanen.
Angka ini selaras dengan studi terpisah dari Global EV Alliance yang mencatat 96 persen pemilik EV di berbagai negara berencana tetap setia pada kendaraan listrik untuk pembelian berikutnya.
CDK mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong kepuasan: biaya pengisian daya yang lebih rendah dibanding bensin, minimnya perawatan mesin (tidak perlu ganti oli, busi, atau timing belt), serta pengalaman berkendara yang lebih senyap dan responsif. Studi ini juga menemukan bahwa ekspektasi konsumen terhadap diler EV masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal edukasi produk dan transparansi biaya pengisian.
“Dari interaksi di diler hingga kebiasaan berkendara harian, riset kami menyentuh langsung pengemudi EV sebenarnya,” kata David Thomas dalam siniar tersebut. “Pemahaman ini bisa membantu seluruh pemangku kepentingan EV—dari pabrikan hingga penyedia infrastruktur—untuk berbenah.”
Data penjualan EV di AS menunjukkan tren positif. Bulan lalu menjadi periode terbaik sejak insentif pajak federal untuk EV berakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan pasar mulai bertumpu pada nilai intrinsik kendaraan listrik, bukan semata-mata subsidi.
Namun ironi datang dari Honda. Pabrikan asal Jepang yang sempat mengumumkan penghentian produksi EV tertentu justru meminta pemilik EV beralih ke mobil bensin. Langkah ini menuai kritik karena dianggap kontradiktif dengan komitmen elektrifikasi global.
Studi CDK menegaskan bahwa loyalitas pengguna EV bukan sekadar tren sementara. Dengan 94 persen pemilik menolak kembali ke bensin, pabrikan yang masih ragu mengalokasikan sumber daya untuk elektrifikasi berisiko kehilangan pangsa pasar jangka panjang. Bagi konsumen Indonesia, data ini bisa menjadi referensi bahwa adopsi EV bukan lagi soal coba-coba, melainkan pergeseran preferensi yang permanen.
Riset lengkap CDK tersedia di situs resmi mereka. Sementara itu, episode Quick Charge yang membahas studi ini bisa diakses di Apple Podcasts, Spotify, dan platform siniar lainnya.