BANDARLAMPUNG — Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung di tiga SPBU menunjukkan situasi pasokan BBM terkendali. Tiga SPBU yang diperiksa, yakni SPBU 24.352.44, SPBU 24.352.42, dan SPBU 21.351.05 di Kota Bandar Lampung, dilaporkan memiliki stok Biosolar B50 yang mencukupi serta tidak terjadi antrean panjang yang mengganggu lalu lintas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyebutkan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi dan meningkatkan kualitas pelayanan di SPBU. "Pertamina terus memastikan ketersediaan BBM di wilayah Lampung dalam kondisi mencukupi. Kami mengapresiasi sinergi bersama Pemprov Lampung dalam pemantauan di lapangan," kata Rusminto dalam keterangannya di Bandarlampung, Minggu.
Dinas ESDM Lampung turut memverifikasi langsung kondisi di lapangan. Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan pelayanan berjalan baik dan antrean kendaraan tetap kondusif. "Stok Biosolar dengan campuran B50 di beberapa SPBU dalam kondisi mencukupi dan didukung penambahan pasokan dari Pertamina," ujar Budhi.
Budhi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying, terutama untuk jenis BBM bersubsidi. Pasokan yang ada dipastikan cukup untuk kebutuhan normal, sehingga pembelian berlebihan justru akan mengganggu distribusi ke daerah lain. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membeli secara berlebihan serta menggunakan BBM bersubsidi secara bijak agar tepat sasaran," tegasnya.
Pertamina juga mengingatkan agar konsumen menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Koordinasi antara Pertamina dan Pemprov Lampung akan terus diperkuat guna memastikan pasokan energi di wilayah itu tetap andal.