DPD PDIP Lampung mengisi peringatan Kudatuli dengan kegiatan sosial: donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, slow jogging, pelatihan relawan kesehatan dan lingkungan, serta bazar UMKM. Pertunjukan seni kuda kepang turut meriahkan rangkaian yang berlangsung 18–26 Juli 2026.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian partai kepada masyarakat, sekaligus memperingati perjuangan demokrasi dengan aksi yang bermanfaat," kata Winarti, Ketua DPD PDIP Lampung, Sabtu (25/7/2026). Santunan kepada panti asuhan juga menjadi bagian acara.
Winarti menegaskan, peringatan Kudatuli bukan sekadar mengenang peristiwa bersejarah, melainkan momentum mengingat perjuangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama rakyat melawan otoritarianisme Orde Baru. Semangat itu, menurutnya, menjadi tonggak penting lahirnya demokrasi Indonesia yang harus dijaga seluruh elemen bangsa.
"Semangat itu harus terus kita jaga dengan merawat kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab, bukan dengan tindakan anarkis, sehingga demokrasi Indonesia semakin dewasa dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa," ujarnya.
Puncak peringatan pada 26 Juli 2026 digelar sarasehan yang menghadirkan kader PDIP bersama mahasiswa BEM Universitas Lampung dan Universitas Bandar Lampung. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan renungan suci sebagai penghormatan kepada para pejuang demokrasi.
Winarti menambahkan, peristiwa Kudatuli menjadi pengingat bagi kader PDIP, generasi muda, dan pegiat demokrasi untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi, keberanian, serta semangat pengabdian. Ia berharap semangat perjuangan itu terus dirawat agar demokrasi Indonesia semakin dewasa.