BANDAR LAMPUNG — Lampung dinilai memiliki modal besar untuk menjadi tulang punggung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional. Sebagai salah satu lumbung pangan, provinsi ini menghasilkan beras, jagung, telur, ayam, ikan, serta aneka sayur dan buah yang dibutuhkan untuk memenuhi gizi anak sekolah.
Iqbal Ardiansyah menegaskan bahwa sudah seharusnya kebutuhan bahan baku MBG dipasok dari dalam daerah. “Sangat disayangkan apabila kebutuhan bahan baku MBG justru dipasok dari luar daerah. Program ini harus menjadi ruang tumbuh bagi petani, peternak, pelaku UMKM, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa,” ujarnya.
Menurut dia, setiap kilogram beras yang dibeli dari petani lokal, setiap butir telur dari peternak daerah, dan setiap ikat sayur dari masyarakat akan menggerakkan ekonomi akar rumput. Program MBG bukan sekadar belanja negara, melainkan investasi sosial dengan efek berganda.
Diskusi itu juga menyoroti sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih perlu pembenahan, baik dari sisi fasilitas, higienitas, tata kelola, maupun distribusi. Iqbal menilai kondisi itu harus dijadikan momentum evaluasi, bukan alasan menghentikan program.
“Kalau ada dapur yang bermasalah, benahi dapurnya. Tingkatkan kualitas pengelolanya, perbaiki sistemnya, dan awasi pelaksanaannya. Jangan cita-cita besarnya yang dikorbankan. Yang harus diperbaiki adalah pelaksanaannya, bukan programnya,” tegasnya.
Organisasi kepemudaan itu menyiapkan tiga langkah strategis dalam mengawal MBG di Lampung. Pertama, memperkuat pengawasan sosial melalui jaringan pemuda hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memastikan kualitas layanan dapur MBG sesuai standar.
Kedua, mendorong pemerintah agar rantai pasok pangan benar-benar berpihak kepada petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha lokal. Ketiga, memperluas edukasi kepada pengelola dapur serta kelompok tani agar mampu memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, dan kualitas gizi nasional.
Menjelang malam, diskusi itu pun berakhir dengan keyakinan bahwa program MBG adalah ikhtiar besar yang patut dijaga bersama. Iqbal menegaskan komitmen KNPI untuk menjadi mitra kritis pemerintah, mengawal pelaksanaan kebijakan, dan menghadirkan solusi di lapangan.