KALIANDA — Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M Darmawan, memimpin langsung aksi bersih-bersih di ruas jalan Simpang Sukajadi menuju Way Belerang. Titik ini merupakan jalur utama yang menghubungkan wisatawan ke Gunung Rajabasa sekaligus lokasi pelaksanaan ritual adat tahunan.
“Hari ini kita melaksanakan Gema HELAU dengan melakukan gerakan bersama membersihkan lingkungan di sekitar Desa Sumur Kumbang,” kata Darmawan di Kalianda, Jumat.
Gema HELAU merupakan akronim dari Gerakan Bersama Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul. Program ini tidak hanya menyasar kebersihan permukiman warga, tetapi juga menargetkan kawasan strategis pariwisata yang kerap dikunjungi pelancong dari luar daerah.
Menurut Darmawan, kebersihan dan kenyamanan lingkungan menjadi faktor krusial untuk memberi kesan positif bagi wisatawan. “Jalan menuju desa wisata harus kita jaga agar tetap bersih, indah, dan hijau,” ujarnya.
Antusiasme warga Desa Sumur Kumbang dinilai sangat tinggi dalam kegiatan ini. Darmawan menyebut bahwa budaya gotong royong masih menjadi fondasi utama masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka bergotong royong bersama pemerintah,” katanya.
Pemkab Lampung Selatan berharap kehadiran jajaran perangkat daerah di tengah warga mampu memperkuat semangat kolektif tersebut. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial menjelang acara adat.
Tradisi Ruwat Bumi di Desa Sumur Kumbang direncanakan digelar pada 31 Juli 2026. Ritual tahunan ini menjadi magnet budaya yang menarik perhatian masyarakat Lampung Selatan dan sekitarnya. Dengan lingkungan yang tertata rapi, Pemkab optimistis acara adat tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung.