LAMPUNG TIMUR — Tidak ada orang lain yang masuk ke dalam kamar kos dr Muhammad Julfikar sebelum ia ditemukan meninggal dunia. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan dalam konferensi pers yang digelar bersama Kementerian Kesehatan dan jajaran RSUD Ahmad Hanafiah, Kamis (23/7/2026).
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi memastikan tidak ada akses masuk dari pihak luar ke kamar korban. "Hasil dari olah TKP, saksi, analis, tidak ditemukan adanya orang lain yang masuk ke dalam kamar, karena jika ada orang lain masuk ke kamar melalui pintu, dan jendela pasti terekam CCTV," ujar AKBP Hangga Utama Darmawan.
Pernyataan itu sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat terkait penyebab kematian dokter muda tersebut. Polisi menegaskan bahwa seluruh prosedur penyelidikan telah berjalan sesuai standar operasional.
Dengan tidak ditemukannya bukti kekerasan atau tanda-tanda perlawanan, penyidik menyimpulkan kasus ini tidak masuk ranah pidana. "Dari hasil olah TKP, tidak ada unsur pidana dari almarhum Muhammad Zulfikar," terang Kapolres Metro.
dr Muhammad Julfikar ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Guest House Sakinah, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, pada Selasa (21/7/2026). Ia diketahui tengah menjalani Program Dokter Internship di RSUD Ahmad Hanafiah, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Pihak RSUD Ahmad Hanafiah dan Kementerian Kesehatan yang hadir dalam konferensi pers disebut telah menerima hasil penyelidikan polisi. Tidak ada pernyataan keberatan atau permintaan penyelidikan ulang yang disampaikan dalam forum tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai rencana pemulasaraan jenazah atau penyebab medis pasti kematian dr Zulfikar. Polisi menyerahkan sepenuhnya proses selanjutnya kepada pihak rumah sakit dan keluarga.