Seruit sampai Tempoyak, Kuliner Khas Lampung yang Bisa Naik Kelas

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 11:50:31 WIB
Peluang bisnis kuliner di Bandar Lampung. (Foto: NET)

BANDAR LAMPUNG – Peluang bisnis kuliner di Bandar Lampung tidak melulu soal makanan kekinian — kuliner tradisional khas Lampung justru punya nilai jual tinggi kalau dikemas dengan tepat.

1. Seruit

Ikan bakar atau goreng yang disantap bersama sambal terasi, tempoyak, dan lalapan. Rasanya khas dan sudah dikenal sebagai identitas kuliner Lampung — cocok dikemas dalam format rice bowl atau paket keluarga untuk pasar modern.

2. Gulai Taboh

Gulai berbahan ikan atau udang dengan bumbu khas Lampung, biasanya disajikan dalam acara adat. Punya potensi jadi menu premium di restoran yang mengangkat identitas lokal.

3. Tempoyak

Olahan durian fermentasi yang jadi bahan sambal atau bumbu masakan ikan. Bisa dikemas dalam bentuk sambal botolan sebagai oleh-oleh, bukan cuma pelengkap masakan di tempat.

4. Pindang Patin

Sup ikan patin dengan kuah asam pedas, jadi salah satu menu favorit wisatawan yang mencari kuliner khas daerah sebelum kembali ke kota asal.

Kenapa Kuliner Lokal Ini Punya Nilai Jual?

Wisatawan yang datang ke Bandar Lampung sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Pahawang atau Way Kambas biasanya mencari pengalaman kuliner khas daerah, bukan makanan kekinian yang bisa ditemukan di kota manapun.

Strategi Mengemas Kuliner Tradisional

Menyajikan seruit dalam bentuk rice bowl praktis, atau tempoyak sebagai sambal kemasan siap bawa, adalah cara membuat kuliner tradisional lebih mudah diterima generasi muda tanpa menghilangkan identitas rasanya.

Reporter: Redaksi
Back to top