METRO — Penemuan jasad dr Muhammad Zulfikar Drakel mengagetkan pengelola penginapan dan rekan sejawatnya. Korban diketahui tengah menjalani masa pengabdian sebagai peserta program internship di RSUD Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Penjaga Guest House Sakinah, Hendri, mengungkapkan kecurigaan muncul setelah seorang rekan korban datang mencari pada Selasa malam. Rekan tersebut mengaku sudah berhari-hari tidak bisa menghubungi Zulfikar melalui telepon maupun WhatsApp.
"Sebelumnya ada kawannya datang bertanya, kok ditelepon tidak diangkat, di WhatsApp tidak dibalas. Akhirnya kami cek ke atas. Kami ketuk-ketuk pintu kamarnya, tidak ada panggilan atau jawaban sama sekali," ujar Hendri, Kamis (23/7/2026).
Hendri bersama rekan korban memutuskan membuka paksa pintu kamar setelah tidak ada respons. Saat memasuki ruangan, tempat tidur dalam keadaan kosong. Pencarian kemudian diarahkan ke kamar mandi.
"Begitu dibuka pintu, di tempat tidur tidak ada. Setelah kami lihat ke kamar mandi, korban sudah ditemukan tergeletak di sana," kata Hendri.
Pengelola mengaku mulai curiga karena Zulfikar sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas di luar kamar. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pengurus lingkungan setempat sebelum diteruskan ke aparat kepolisian.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat terkait penyebab pasti kematian dokter muda tersebut.
Zulfikar dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi. Rekan-rekannya di RSUD Sukadana mengaku kaget karena almarhum tidak menunjukkan gejala sakit serius sebelumnya. Program PIDI sendiri merupakan program penempatan dokter lulusan fakultas kedokteran untuk bertugas di daerah terpencil dan tertinggal sebagai bagian dari pengabdian.
Jenazah korban rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan. Pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari kepolisian sebelum prosesi pemakaman dilakukan.