Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Mulai Susun Kajian Kompleks Perkantoran Terpadu Ramah Lingkungan, Target Wajah Baru Ibukota Hijau

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 16:49:31 WIB
Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan memimpin ekspose kajian perencanaan pengembangan kompleks perkantoran terpadu ramah lingkungan di Gedung Lamban Juang, Selasa (21/7/2026).

PESISIR BARAT — Kabupaten Pesisir Barat mulai melangkah pasti menuju konsep ibukota hijau. Bupati Dedi Irawan memimpin langsung ekspose kajian perencanaan pengembangan kompleks perkantoran terpadu yang ramah lingkungan. Agenda ini berlangsung di Gedung Lamban Juang, Pekon Rawas, Selasa (21/7/2026).

Dokumen kajian yang disusun bersama PT Bumi Karya Konsultan ini tidak sekadar rencana fisik bangunan. Ia menjadi landasan teknis dan ilmiah untuk menghadirkan pusat pemerintahan yang efisien, representatif, dan selaras dengan prinsip tata ruang berwawasan lingkungan.

Mengapa Pemkab Pesisir Barat Butuh Pusat Perkantoran Baru?

Bupati Dedi Irawan menjelaskan, peningkatan volume pelayanan publik menjadi alasan utama. Menurutnya, pusat pemerintahan yang ada saat ini perlu bertransformasi agar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. "Melalui kajian ini, kita ingin menghadirkan kawasan perkantoran terpadu yang tidak hanya menjadi pusat pelayanan publik, tetapi juga mencerminkan wajah baru ibukota yang hijau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," ujar Dedi dalam sambutannya.

Apa Saja yang Akan Diakomodasi dalam Kajian Ini?

Perencanaan kompleks perkantoran ini mencakup sejumlah elemen krusial. Mulai dari efisiensi energi, tata kelola lahan, konservasi alam, aksesibilitas publik, hingga mitigasi risiko bencana alam. Semua aspek itu akan diintegrasikan dalam satu dokumen perencanaan yang komprehensif.

Ekspose kajian ini dihadiri jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Bapperida Drs. Gunawan, M.Si., Kepala Diskominfotiksan Belly Oscar, S.H., M.H., serta tim konsultan ahli.

Sinergi Data dan Kapasitas Fiskal Jadi Kunci

Bupati Dedi meminta seluruh instansi perangkat daerah bersinergi memberikan data akurat. Ia menekankan, dokumen yang dihasilkan harus realistis dan sesuai dengan kemampuan kapasitas fiskal daerah. Artinya, perencanaan tidak boleh sekadar ambisius tanpa mempertimbangkan anggaran yang tersedia.

Dengan adanya kompleks perkantoran terpadu ini, Dedi berharap birokrasi yang berbelit dapat dipangkas. Kenyamanan aparatur saat bekerja juga diyakini akan meningkat. Lebih penting lagi, akses masyarakat Pesisir Barat dalam mendapatkan layanan pemerintah dipermudah.

Kajian ini menjadi langkah awal yang strategis. Jika terealisasi, kompleks perkantoran terpadu akan menjadi ikon baru ibukota hijau di Kabupaten Pesisir Barat.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: clickinfo.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top