Gubernur Lampung Jadikan Capaian Indikator Makro Ukuran Efektivitas APBD, Ekonomi Tumbuh 5,28 Persen

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 13:00:01 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan capaian indikator makro menjadi patokan efektivitas APBD, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen pada 2025.

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa tata kelola keuangan daerah harus berorientasi pada hasil yang terukur. Ia meminta seluruh pihak menjadikan capaian indikator makro sebagai patokan efektivitas APBD, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Menurun, Demokrasi Menguat

Pada 2025, sejumlah indikator makro Lampung mencatatkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, indeks pembangunan manusia naik ke angka 73,98, dan angka kemiskinan turun menjadi 9,66 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun ke level 4,21 persen.

Inflasi Lampung tercatat 1,25 persen, menjadikannya yang terendah kedua secara nasional. Sementara itu, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Lampung sempat turun dari 78,37 pada 2023 menjadi 72,62 di 2024, namun kembali meningkat menjadi 77,83 pada 2025.

"Setiap APBD yang digunakan harus menghasilkan manfaat terukur, memperluas lapangan kerja, mengurangi ketimpangan, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat demokrasi," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Pendapatan Daerah Terealisasi 86,70 Persen, Ada Penurunan Nominal

Realisasi pendapatan daerah hingga akhir 2025 mencapai Rp 6,7 triliun atau 86,70 persen dari target APBD sebesar Rp 7,7 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi 2024, secara persentase terjadi peningkatan 0,37 persen.

Namun secara nominal, realisasi 2025 turun sebesar Rp 738 miliar. Penurunan ini antara lain disebabkan oleh pemberlakuan skema Opsen Pajak pada jenis pendapatan PKB dan BBNKB di tahun anggaran 2025.

Belanja Daerah Capai Rp 6,6 Triliun, Ada Sisa Lebih Rp 98,2 Miliar

Realisasi belanja dan transfer daerah mencapai Rp 6,6 triliun atau 85,57 persen dari total anggaran belanja Rp 7,8 triliun. Penerimaan pembiayaan terealisasi Rp 69,8 miliar yang bersumber dari SiLPA tahun 2024.

Untuk tahun anggaran 2025, terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 98,2 miliar. Dana tersebut akan digunakan sebagai pos pembiayaan penting dalam mendukung APBD tahun selanjutnya.

Pemprov Lampung Terus Optimalkan Potensi Pendapatan Daerah

Menyikapi penurunan nominal pendapatan, Gubernur menyatakan Pemprov Lampung terus berinovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dan para pemangku kepentingan akan diperluas.

"Ke depan setiap program pembangunan akan terus diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang terukur, mengurangi kesenjangan antar wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip value for money," kata Gubernur.

Ia menambahkan, setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD tidak hanya harus akuntabel, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top