BANDAR LAMPUNG — Antusiasme ribuan warga yang memadati kawasan Tugu Adipura sejak sore hari membuat aktivitas pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar lokasi meningkat drastis. Mulai dari pedagang makanan ringan, minuman, hingga aksesori dan produk kreatif lokal kebanjiran pembeli.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan besar sebagai alat pemersatu. “Di kantor kita ngobrol prediksi skor, di warung kopi juga perdebatannya bukan lagi soal politik, tapi soal strategi, formasi, sampai siapa yang pantas jadi pemain terbaik,” ujar Marindo menirukan pesan Gubernur.
Ia menambahkan, suasana nobar menjadi bukti nyata bahwa forum seperti ini mampu menyatukan aparatur sipil negara (ASN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku usaha, dan masyarakat umum tanpa sekat. “Forkopimda hadir, ASN hadir, masyarakat juga hadir. Kita duduk bersama menikmati pertandingan yang sama,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai penyelenggaraan nobar di ruang terbuka publik ini memiliki dampak ganda. Selain hiburan sehat, kegiatan ini langsung menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan transaksi UMKM. “Ramainya kunjungan masyarakat turut meningkatkan perputaran ekonomi di kawasan pusat Kota Bandar Lampung,” demikian tertulis dalam siaran pers Pemprov.
Para pedagang yang biasa berjualan di sekitar Tugu Adipura mengaku omzet mereka naik hingga dua kali lipat dibandingkan akhir pekan biasa. Momen final Piala Dunia menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang mengandalkan keramaian acara publik.
Marindo Kurniawan menyebut semangat kebersamaan dalam nobar ini harus dipelihara untuk membangun Lampung. “Saya percaya membangun daerah itu sama dengan membangun sebuah tim. Semua harus bergerak bersama. Tidak pemerintah saja, tetapi semua,” tegasnya.
Ia mengajak Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus bersinergi. “Tidak akan pernah kemenangan yang bisa kita raih dengan berjalan sendirian,” kata Marindo.
Di sela acara, Marindo juga menyoroti potensi besar Lampung dalam melahirkan pesepak bola berprestasi. Menurutnya, banyak anak dan remaja di berbagai kabupaten/kota yang memiliki bakat luar biasa dan perlu pembinaan berkelanjutan.
“Semakin banyak anak yang mendapat kesempatan berlatih secara terarah, semakin besar peluang Lampung melahirkan pemain-pemain berkualitas,” ujarnya. Ia mendorong PSSI, sekolah sepak bola, akademi, klub, dan dunia usaha untuk memperkuat pembinaan usia dini.
Di akhir sambutannya, Marindo mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas. “Boleh berbeda pilihan, boleh berbeda pendapat. Tetapi ketika kita bicara tentang Lampung, kita harus selalu berdiri di barisan yang sama,” pungkasnya.