LAMPUNG SELATAN — Seorang nelayan ditemukan tewas tenggelam di Perairan Pulau Rimau, Kecamatan Ketapang, setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak Jumat dini hari. Korban, Edi (35), warga Desa Ruguk, dilaporkan hilang saat mencari ikan bersama empat rekannya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WIB. Edi bersama empat rekannya berlayar ke pesisir Pulau Rimau untuk memeriksa jaring dan menombak ikan. Sekitar pukul 03.30 WIB, tiga rekannya memutuskan kembali ke darat setelah menyelesaikan aktivitas menombak.
Edi memilih bertahan di belakang untuk melanjutkan pekerjaannya. Tak lama kemudian, rekan-rekannya mendengar teriakan minta tolong dari arah laut.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung, Rezie Kuswara, menjelaskan salah satu rekan korban, Zian, segera berusaha menolong. Namun, arus laut yang kuat membuat Zian ikut terseret dan nyaris tenggelam.
“Karena kelelahan, saudara Zian sempat ikut tenggelam dan akhirnya diselamatkan lagi oleh satu rekannya atas nama Badawi. Korban akhirnya terlepas dan hilang,” ujar Rezie dalam keterangannya.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Basarnas langsung mengerahkan tim gabungan. Personel Polairud, TNI AL, BPBD Lampung Selatan, serta nelayan setempat turut serta dalam pencarian menggunakan perahu karet dan kapal patroli.
Proses penyisiran berlangsung intensif di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 09.00 WIB, tim akhirnya menemukan Edi dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban langsung dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumah sakit Bob Bazar,” kata Rezie.
Setelah operasi selesai, Rezie mengapresiasi kerja cepat seluruh unsur SAR yang terlibat. Ia juga mengingatkan para nelayan untuk tidak mengabaikan keselamatan saat melaut.
Menurutnya, kecelakaan di laut kerap terjadi akibat kelengahan terhadap kondisi cuaca dan ombak. Nelayan diminta selalu mengenakan jaket pelampung serta memastikan alat komunikasi dalam kondisi baik sebelum berlayar.
“Perhatikan prakiraan cuaca, gunakan pelampung, dan pastikan perlengkapan komunikasi berfungsi. Risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” imbaunya.