104 KK di Gunung Bundar Pesawaran Lampung Hidupkan Listrik Sendiri Lewat Mikrohidro dan Panel Surya, Patungan Rp 20 Juta per Turbin

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:50:25 WIB
Warga Dusun Pujoraharjo menyalakan lampu dari listrik mandiri yang dihasilkan turbin mikrohidro dan panel surya.

PESAWARAN — Ketika malam tiba di puncak Gunung Bundar, Dusun Pujoraharjo, lampu-lampu mulai menyala dari rumah-rumah warga. Anak-anak belajar, telepon seluler diisi daya, dan warga berkumpul di ruang keluarga. Namun, cahaya itu bukan berasal dari jaringan listrik negara.

Hingga kini, dusun yang dihuni 334 jiwa itu belum menikmati aliran listrik PLN. Di tengah keterbatasan, warga memilih membangun sumber listrik secara mandiri. Sebagian memanfaatkan turbin mikrohidro yang digerakkan aliran sungai pegunungan, sementara lainnya memasang panel tenaga surya di atap rumah masing-masing.

Belajar dari Kampung Tetangga, Mulai 2012

Keinginan memiliki listrik muncul setelah warga mengetahui kampung tetangga berhasil membangun pembangkit listrik mikrohidro secara mandiri. Berbekal pengalaman itu, warga Pujoraharjo mulai belajar hingga akhirnya membangun turbin pertama pada 2012.

"Kami belajar dari kampung tetangga yang sudah lebih dulu membuat turbin. Dari situ muncul keinginan masyarakat untuk membuatnya juga secara swadaya," ujar Turyanto, salah seorang warga, kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

Empat Turbin, Kapasitas Terbatas

Saat ini terdapat empat turbin mikrohidro yang dibangun secara gotong royong. Setiap turbin mampu melayani sekitar 11 hingga 15 kepala keluarga dengan kapasitas listrik yang terbatas.

Membangun satu turbin mikrohidro membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Turyanto, warga harus bergotong royong mengumpulkan dana hingga sekitar Rp 20 juta per unit.

Listrik Bukan Lagi Sekadar Penerangan

Kebutuhan listrik semakin mendesak seiring perkembangan teknologi. "Sekarang ini zamannya sudah maju. Ada handphone yang butuh setrum, kita juga butuh penerangan. Kalau masih pakai lampu sentir seperti dulu rasanya sudah tidak mungkin lagi," kata Turyanto.

Meski kapasitas listrik yang dihasilkan terbatas, warga tetap bersyukur. Setidaknya, anak-anak bisa belajar di malam hari dan komunikasi tetap berjalan melalui ponsel yang diisi daya di rumah masing-masing.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan jaringan listrik PLN akan menjangkau Dusun Pujoraharjo. Warga pun terus merawat turbin mikrohidro dan panel surya mereka agar penerangan di puncak Gunung Bundar tidak pernah padam.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top