BANDAR LAMPUNG — Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah menggodok skema baru untuk memperkuat program Beasiswa Garuda. Pembahasan yang berlangsung di Jakarta itu menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh agar beasiswa tidak hanya menjaring mahasiswa dari kota-kota besar, tetapi juga dari daerah seperti Lampung.
Rapat tersebut membahas tiga aspek utama. Pertama, perluasan jangkauan sosialisasi agar informasi beasiswa sampai ke perguruan tinggi di daerah. Kedua, penyesuaian kurikulum dan program pembinaan bagi penerima beasiswa agar relevan dengan kebutuhan industri nasional. Ketiga, penguatan skema pendanaan dan keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan studi.
Beasiswa Garuda sendiri merupakan program flagship pemerintah yang dirancang untuk membiayai penuh studi mahasiswa Indonesia di dalam dan luar negeri. Program ini menyasar calon-calon pemimpin masa depan dengan potensi akademik dan kepemimpinan tinggi.
Bagi mahasiswa di Lampung, penguatan program ini membuka peluang lebih besar untuk mengakses pendidikan bertaraf internasional tanpa harus terbebani biaya. Selama ini, banyak mahasiswa berprestasi dari daerah yang gagal melaju ke tahap seleksi akhir karena minimnya informasi atau pendampingan.
“Kami ingin Beasiswa Garuda tidak hanya menjadi milik mahasiswa di Pulau Jawa. Talenta dari Sumatera, termasuk Lampung, harus mendapat tempat yang setara,” ujar sumber di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang hadir dalam rapat tersebut.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan menggelar rangkaian sosialisasi ke sejumlah universitas di Sumatera, termasuk Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Sosialisasi direncanakan dimulai pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Selain itu, skema pendampingan bagi calon pendaftar dari daerah juga akan diperkuat. Pemerintah menggandeng alumni Beasiswa Garuda untuk menjadi mentor bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri mengikuti seleksi.