LAMPUNG — Bandung menjadi kota kelima yang dipilih BYD untuk menggelar festival teknologi tahunannya. Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, menyebut keputusan ini didasari antusiasme tinggi warga Kota Kembang terhadap kendaraan listrik. "Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung teknologi BYD," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Di ajang ini, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan e-Platform 3.0, Blade Battery, dan platform DM generasi terbaru. Teknologi ini mencakup empat zona utama:
Pengunjung bisa menjajal langsung karakter ini melalui jalur test drive yang disiapkan di area parkir mal. BYD Seal 6 DM yang segera meluncur di Indonesia juga bisa dicoba di Speed Test Ride.
Wahana Monster Track Offroad menghadirkan rintangan seperti tanjakan ekstrem, jalur bergelombang, dan jungkat-jungkit. Aktivitas ini dirancang untuk memperlihatkan kemampuan sistem penggerak Denza B5 dalam menjaga traksi dan stabilitas. Sementara di area test drive reguler, pengunjung bisa merasakan handling, efisiensi energi, kenyamanan kabin, dan fitur pintar kendaraan BYD.
Nathan Sun mengungkapkan, khusus di Jawa Barat, lebih dari 10.500 unit BYD telah beroperasi. Saat ini perusahaan memiliki sekitar 100 showroom di seluruh Indonesia, dengan 15 dealer di Jawa Barat. "Tahun ini ditargetkan bertambah menjadi sekitar 30 dealer agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan penjualan maupun servis," jelasnya. Ia menambahkan, pangsa pasar kendaraan listrik nasional melonjak dari 1% pada 2021 menjadi lebih dari 20% saat ini.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyambut baik festival ini. Menurutnya, masyarakat Bandung terbuka terhadap teknologi ramah lingkungan. "Kami berharap semakin banyak warga yang beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sehingga kualitas lingkungan juga semakin baik," paparnya. Dukungan juga datang dari Ketua Umum Beyond Community, Eko Budiharsono, yang menyebut layanan purnajual BYD—mulai dari ketersediaan suku cadang hingga pembaruan perangkat lunak—menjadi keunggulan utama. "Komunikasi dengan principal terbuka, berbagai persoalan bisa cepat selesai," pungkasnya. Komunitas yang berdiri sejak BYD masuk Indonesia itu kini memiliki lebih dari 3.000 anggota.