BANDARLAMPUNG — Dunia pendidikan tinggi tengah dihadapkan pada tekanan era digital dan perubahan global yang bergerak eksponensial. Menjawab tantangan itu, Rektor UTB Lampung yang baru dilantik, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si., langsung mengusung visi besar: menjadikan kampus sebagai pusat lahirnya solusi, bukan sekadar tempat transfer ilmu.
"Munculnya teknologi kecerdasan buatan, bioteknologi, hingga isu perubahan iklim menuntut kampus untuk tidak sekadar menjadi tempat mentransfer ilmu," ujar Sarono dalam sambutannya di Bandarlampung, beberapa waktu lalu.
Menurut Sarono, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana kampus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi justru mampu menciptakan lapangan kerja. "Universitas harus menjadi pusat lahirnya solusi dan menjawab persoalan bangsa," tegasnya.
Meski mendorong percepatan teknologi, Sarono menekankan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Ia menyebut secanggih apa pun teknologi, nilai-nilai karakter, etika, integritas, dan kepedulian sosial harus tetap menjadi jantung pendidikan di UTB Lampung.
Untuk merealisasikan visi tersebut dalam empat tahun ke depan, Sarono menetapkan lima komitmen utama pembangunan institusi. Komitmen pertama adalah mendorong budaya akademik unggul dengan meningkatkan kualitas riset dan pengabdian masyarakat oleh dosen.
Kedua, transformasi digital dalam tata kelola birokrasi kampus agar lebih cepat, transparan, efisien, dan berbasis data. Ketiga, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, lembaga internasional, dan masyarakat agar kampus tidak menjadi "menara gading".
Keempat, memastikan riset berdampak yang hasilnya dapat diaplikasikan menjadi teknologi tepat guna dan kebijakan publik. Kelima, membangun budaya pelayanan yang profesional bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra.
Di bawah kepemimpinan baru ini, UTB Lampung juga menargetkan pertumbuhan realistis pada jumlah mahasiswa baru di setiap program studi secara bertahap hingga tahun 2030. Langkah ini diambil guna memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas di Provinsi Lampung.
"Saya datang bukan membawa semua jawaban, tetapi membawa komitmen untuk bekerja bersama mencari jawaban terbaik," pungkas Sarono di akhir pidatonya, sembari mengajak seluruh sivitas akademika dan pihak yayasan untuk bersinergi menghadapi dinamika menuju tahun 2030.