LAMPUNG SELATAN — Rentetan erupsi Gunung Anak Krakatau sepanjang bulan lalu hingga pekan ini membuat otoritas vulkanologi memperketat pemantauan. Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, mengungkapkan bahwa dari 2 Juni hingga 11 Juli 2026, telah tercatat 19 kali erupsi.
“Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif, sehingga pemantauan dilakukan selama 24 jam,” kata Suwarno, Senin (14/7).
Peningkatan aktivitas yang terjadi pada awal Juli menjadi pemicu Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Data instrumental menunjukkan kegempaan dan hembusan masih terekam jelas, menandakan proses vulkanik bawah permukaan masih berlangsung aktif.
Meski status dinaikkan, Suwarno menegaskan bahwa aktivitas saat ini masih dalam kategori yang dapat dipantau. Penerapan langkah mitigasi sesuai rekomendasi PVMBG dinilai cukup untuk mengantisipasi risiko.
PVMBG mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak beraktivitas dalam radius yang telah ditetapkan. Larangan ini bertujuan menghindari risiko akibat erupsi maupun lontaran material vulkanik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Gunung Anak Krakatau masih dalam status level III, nelayan dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dalam radius dua kilometer dari kawah,” ujar Suwarno.
Nelayan yang melaut di perairan Selat Sunda juga diminta terus memantau informasi resmi terkait aktivitas gunung dan kondisi cuaca sebelum berlayar. Otoritas setempat mengingatkan agar warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan hanya merujuk pada data dari lembaga berwenang.
Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran terus mengoperasikan alat pemantau visual dan instrumental secara intensif. Data terbaru menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan dan hembusan masih terekam, menjadi indikator bahwa proses erupsi belum berakhir.
Masyarakat di pesisir Lampung Selatan, terutama yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III (Siaga).