Wagub Lampung Sebut Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Mampu Kurangi Fenomena Fatherless di Provinsi

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Senin, 13 Juli 2026 | 19:52:01 WIB
Wagub Lampung Jihan Nurlela meninjau pelaksanaan MPLS di sejumlah sekolah di Bandarlampung, Senin (15/7).

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebut gerakan ayah mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah mampu mengurangi fenomena fatherless atau ketiadaan peran ayah dalam pengasuhan anak di provinsi tersebut.

"Pastinya dengan adanya gerakan ayah antar anak ini, akan mengurangi angka fatherless di Provinsi Lampung," ujar Jihan di Bandarlampung, Senin.

Antusiasme Ayah di Hari Pertama MPLS

Berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan, Jihan mengungkapkan para ayah di Lampung sudah memiliki kesadaran untuk hadir dan berperan lebih dalam mendampingi anak di hari pertama sekolah. Ia memantau pelaksanaan MPLS dari tingkat SD hingga SMP.

"Iya tadi juga saya melakukan peninjauan masa pengenalan lingkungan sekolah memang dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah pertama rata-rata sudah ramai siswanya diantarkan oleh ayahnya," katanya.

Namun, Jihan mencatat antusiasme ini belum merata di tingkat SMA. Banyak siswa SMA yang tidak lagi diantar oleh ayah mereka. Meski begitu, ia bersyukur karena secara keseluruhan gerakan ini mendapat respons luar biasa dari masyarakat.

MPLS Jadi Momen Bangun Kedekatan Ayah dan Anak

Menurut Jihan, tingginya partisipasi ayah mengantar anak pada MPLS tahun ini menandakan bahwa sosialisasi gerakan ayah mengantar anak ke sekolah telah berjalan efektif. Ia berharap kebiasaan ini tidak berhenti di hari pertama sekolah.

"Dengan ini maka Provinsi Lampung khususnya sosialisasinya tersampaikan dengan baik, dan semoga ini bisa konsisten dilakukan oleh orang tua, khususnya ayah agar bisa juga hadir dalam proses pembelajaran anak-anak mereka tidak hanya ibu saja yang berperan," ucap dia.

GATI: Gerakan Nasional untuk Keluarga Berkualitas

Gerakan ayah mengantar anak ke sekolah merupakan bagian dari program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam mengasuh anak serta mendampingi remaja dan praremaja.

Dengan keterlibatan ayah yang lebih besar, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang harmonis, sehat, dan seimbang menuju keluarga berkualitas. Fenomena fatherless selama ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada perkembangan psikologis dan sosial anak.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top