Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Level III, Pemprov Lampung Kaji Ulang Tabur Bunga di Festival Krakatau 2026

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 13 Juli 2026 | 17:52:01 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung Tony Ferdinansyah menyampaikan evaluasi rencana tabur bunga di Festival Krakatau 2026 menyusul status Siaga Level III Gunung Anak Krakatau.

BANDAR LAMPUNG — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung memastikan tetap melanjutkan persiapan Festival Krakatau 2026, namun dengan penyesuaian signifikan pada satu rangkaian acaranya. Rencana tabur bunga di kawasan Gunung Anak Krakatau, yang semula menjadi salah satu agenda andalan, kini masuk dalam tahap evaluasi serius.

Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Kondisi ini membuat aktivitas di radius 5 kilometer dari puncak gunung dilarang keras.

Mengapa Rencana Tabur Bunga Dievaluasi?

"Awalnya memang kita merencanakan salah satu kegiatan berupa tabur bunga di Gunung Krakatau. Tetapi sekarang kita melihat kondisi Gunung Krakatau sedang mengalami peningkatan aktivitas dan sudah berada pada Level III, sehingga kita masih melihat perkembangan situasinya," ujar Tony saat dimintai keterangan, Senin (13/7/2026).

Tony menegaskan bahwa keselamatan peserta dan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan bahwa Gunung Anak Krakatau bukanlah kawasan wisata, melainkan cagar alam dengan pembatasan aktivitas ketat sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi. Imbauan untuk tidak mendekati kawasan berbahaya telah disampaikan BPBD kepada masyarakat dan pelaku wisata.

Festival Tapis Tetap Bergulir, Konsep Dimatangkan

Di tengah evaluasi tersebut, persiapan rangkaian utama Festival Krakatau 2026 lainnya, yakni Festival Tapis, terus berjalan. Acara yang dijadwalkan pada 25 hingga 30 Agustus 2026 ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya khas Lampung.

Tony menjelaskan bahwa Festival Tapis akan menggandeng event organizer (EO) sebagai pelaksana teknis. Konsep acara masih terus disempurnakan dan akan diumumkan setelah perencanaan selesai.

"Kita ingin mengundang berbagai elemen stakeholder untuk berpartisipasi, termasuk dari dunia pendidikan, SMA, perguruan tinggi, dan lainnya. Mereka akan menampilkan busana yang mengangkat budaya Lampung melalui tapis dengan kreasi masing-masing, tetapi tidak menghilangkan nilai dan karakter tapis sebagai budaya khas Lampung," jelasnya.

Keputusan Akhir Menunggu Perkembangan Gunung

Pemprov Lampung bersama BPBD terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Tony menekankan bahwa keputusan final mengenai apakah rangkaian tabur bunga tetap dilaksanakan, diubah konsepnya, atau ditiadakan, akan diumumkan setelah kajian selesai.

"Apakah kegiatan itu bisa dilanjutkan atau konsepnya akan diubah, masih terus kita kaji," pungkasnya.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top