BANDAR LAMPUNG — Persiapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 mulai memasuki babak konkret. PWI Provinsi Lampung mengawali langkah strategis dengan menggandeng Universitas Teknokrat Indonesia, yang dikenal memiliki prestasi di bidang olahraga elektronik atau esports.
Rombongan pengurus PWI yang dipimpin Sekretaris Andi Panjaitan dan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Segan Simanjuntak bertemu langsung dengan Rektor Universitas Teknokrat, Dr. HM. Nasrullah Yusuf. Agenda utama pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan menyosialisasikan peta jalan menuju puncak acara pada April 2027.
Pilihan jatuh pada Universitas Teknokrat bukan tanpa alasan. Segan Simanjuntak menyebut kampus ini kerap dijuluki “Kampus Sang Juara” sejak 2013. Menurutnya, pengalaman dan kualitas pembinaan esports di Teknokrat dinilai mumpuni untuk dijadikan mitra latih bagi kontingen PWI Lampung.
“Esports Teknokrat sudah sangat bagus. Kami ingin berkolaborasi agar tim esports PWI Lampung bisa bersaing dengan kontingen dari provinsi lain,” ujar Segan saat ditemui di sela pertemuan.
Porwanas 2027 rencananya mempertandingkan 14 cabang olahraga, termasuk catur, biliar, atletik, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, futsal, dan esports. Target PWI Lampung cukup ambisius: minimal masuk tiga besar. Tahun lalu, kontingen Lampung berhasil menembus posisi lima besar.
Andi Panjaitan memaparkan bahwa masih banyak tahapan yang harus dilalui sebelum puncak acara. Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan kick off pada November mendatang, dilanjutkan konferensi kerja, hingga konferensi provinsi.
“Banyak tahapan yang akan kami lalui. Kami berharap Universitas Teknokrat dapat terlibat aktif, baik dalam keterlibatan peserta maupun menjadi lawan uji coba, khususnya untuk cabang olahraga esports,” kata Andi.
Rektor Universitas Teknokrat, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, menyambut baik rencana kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kampusnya siap mendukung penuh penyelenggaraan HPN maupun Porwanas.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan PWI. Jika membutuhkan ruangan, kami siap mendukung. Kami memiliki aula berkapasitas 200 hingga 400 orang yang dilengkapi videotron, kemudian gelanggang olahraga berkapasitas sekitar 1.000 orang dengan fasilitas yang memadai,” jelas Nasrullah.
Ia juga memastikan area parkir kampus cukup luas untuk menunjang kegiatan berskala besar. Terkait pembinaan esports, Nasrullah mengingatkan bahwa persiapan harus dimulai sejak dini agar hasilnya maksimal.
“Kalau ingin memperoleh hasil maksimal di esports, latihan harus dimulai dari sekarang. Waktu sekitar satu tahun hingga menjelang pelaksanaan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tim Lampung benar-benar siap bersaing,” pungkasnya.