TARTU — Suherman, PhD, dosen UIN Raden Intan Lampung, tampil sebagai pemakalah dalam Junior Researchers of EARLI (JURE) Conference 2026 yang digelar di University of Tartu, Estonia, pada 6–10 Juli 2026. Konferensi tahunan yang diselenggarakan European Association for Research on Learning and Instruction (EARLI) ini mengusung tema “Learning in Transition: Science, Society and the Challenges of Tomorrow”.
Dalam sesi parallel paper, Suherman mempresentasikan penelitian berjudul “AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation”. Riset tersebut fokus pada pengembangan dan validasi instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan AI pada calon guru.
Penelitian ini melibatkan 297 mahasiswa calon guru di Indonesia. Analisis data menggunakan Rasch Modeling untuk mengevaluasi validitas, reliabilitas, kesesuaian butir, bias butir, serta fungsi skala Likert.
Hasilnya, instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang sangat baik dan memenuhi kriteria kesesuaian butir serta unidimensionalitas. Temuan lain menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesiapan AI pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan perbedaan gender yang relatif kecil.
Temuan ini menegaskan bahwa instrumen tersebut dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri calon guru. Tujuannya agar mereka mampu mengintegrasikan AI secara efektif, bertanggung jawab, dan beretika dalam proses pembelajaran.
Penelitian yang dipresentasikan di Estonia ini merupakan bagian dari riset yang didukung oleh Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama (MoRA The AIR Funds). Dr. Nanang Supriadi bertindak sebagai ketua peneliti dalam proyek tersebut.
Konferensi ini diselenggarakan di University of Tartu, salah satu universitas tertua di Eropa Utara yang berdiri sejak 1632. Estonia sendiri dikenal sebagai negara terdepan dalam transformasi digital, terutama melalui pengembangan e-government dan inovasi teknologi. Kondisi ini menjadikan Estonia lokasi yang relevan untuk mendiskusikan masa depan pendidikan berbasis teknologi dan AI.
JURE Conference 2026 diikuti ratusan peserta dari lebih dari 40 negara, termasuk Finlandia, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Selain sesi paralel, forum ini juga menghadirkan poster presentations, roundtable discussions, simposium, serta keynote lectures dari para pakar pendidikan dunia yang membahas isu AI, asesmen pembelajaran, dan pengembangan profesional guru.
Keikutsertaan Suherman menjadi bukti komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam meningkatkan kualitas penelitian dan memperluas jejaring akademik internasional. Hasil riset dosen UIN RIL diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan pembelajaran di era AI.