BANDARLAMPUNG — Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandarlampung, Riski Muhammad Ivan, mendapatkan kesempatan emas untuk terbang ke Amerika Serikat. Pemprov Lampung memastikan akan membiayai keikutsertaannya dalam konferensi keamanan siber bergengsi, Black Hat USA 2026, yang akan digelar di Las Vegas pada Agustus mendatang.
Prestasi yang diraih Riski bukanlah hal biasa. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia telah mengasah kemampuannya secara otodidak. Kini, namanya dikenal setelah berhasil menemukan sejumlah celah keamanan atau bug pada platform digital raksasa dunia, termasuk milik Microsoft dan NASA, melalui Program Bug Bounty.
Riski mengaku ketertarikannya pada dunia keamanan siber berawal dari hobi belajar pemrograman secara mandiri. Ia aktif mempelajari berbagai bahasa pemrograman dan teknik pengujian keamanan sistem melalui YouTube, sejumlah platform daring, serta forum komunitas keamanan siber.
"Saya aktif mempelajari berbagai bahasa pemrograman dan teknik pengujian keamanan sistem melalui YouTube, sejumlah platform serta komunitas keamanan siber," ujar Riski.
Temuan celah keamanan yang ia laporkan melalui mekanisme responsible disclosure menjadi tiket undangan untuk menghadiri konferensi Black Hat USA 2026. Ajang ini merupakan salah satu konferensi internasional paling prestisius yang mempertemukan para praktisi, peneliti, dan pakar keamanan siber dari berbagai negara.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa bidang keamanan siber akan menjadi profesi yang sangat dibutuhkan di masa depan. Ia mengapresiasi semangat belajar Riski yang mampu mengembangkan kemampuannya secara otodidak sejak SMP.
"Bidang cyber security adalah profesi yang akan semakin dibutuhkan di masa depan. Maka ini harus terus ditekuni kemampuan ini, karena potensinya sangat besar," ucap Gubernur Rahmat Mirzani dalam keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.
Menurutnya, penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), machine learning, pemrograman, dan pengembangan sistem digital akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di daerah. "Siapa yang mampu menguasai teknologi, seperti AI, membuat script, dan mengembangkan machine learning, akan memiliki keunggulan dalam menghadapi tantangan masa depan," ucapnya.
Pemprov Lampung berharap prestasi Riski dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk terus belajar dan berinovasi di bidang teknologi digital. Dukungan terhadap Riski dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengembangan talenta digital.
"Kami berharap prestasi Riski dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi di bidang teknologi digital," kata Gubernur Rahmat Mirzani.
Pihaknya berharap semakin banyak talenta muda Lampung yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi dalam penguatan di bidang teknologi. Konferensi Black Hat USA 2026 pun diharapkan menjadi batu loncatan bagi Riski untuk mengembangkan jejaring dan pengetahuannya di kancah global.