BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan pelatihan vokasi ke dalam program unggulan Desaku Maju. Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa dari hulu ke hilir, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia.
"Pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat," ujar Wagub Jihan Nurlela di Bandarlampung, Sabtu.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 menunjukkan dari sekitar 4,9 juta penduduk Lampung yang bekerja, hanya 31 persen berada di sektor formal. Sisanya masih bergulat di sektor informal — sebuah gambaran bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak melulu soal lapangan kerja baru, melainkan juga kualitas SDM.
"Pekerjaan rumah kita bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, tetapi yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas SDM, produktivitasnya dan daya saing kerja sumber daya masyarakat," kata Jihan.
Uniknya, pelatihan vokasi yang dirancang Pemprov Lampung tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Wagub Jihan menekankan pendekatan design thinking — peserta diajak berpikir kritis, memetakan masalah, menyusun solusi, hingga menciptakan alternatif jalan keluar.
"Program vokasi ini bukan untuk menyediakan lapangan kerja, tetapi kita ciptakan bagaimana bisa berpikir kritis, bisa brainstorming masalah, melakukan mitigasi dari masalah tersebut, membuat solusi," tambahnya.
Warga desa diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Dengan begitu, ekosistem ekonomi di desa bisa terbangun secara mandiri.
Desaku Maju menjadi payung besar yang mengintegrasikan berbagai intervensi pembangunan desa. Di dalamnya ada program pertanian seperti RMU (rice milling unit) dan dryer, pupuk organik cair (POC), pembangunan jalan lingkungan, dan kini pelatihan SDM.
"Hari ini kita siapkan juga integrasikan dari sisi sektor SDM, yaitu sumber daya manusianya dilatih agar nanti bisa masuk ke dalam ekosistem dan membangun ekosistem itu lebih sempurna lagi," ujar Jihan.
Pelatihan vokasi 2026 menyasar 528 peserta yang tersebar di 33 desa pada 15 kabupaten dan kota se-Lampung. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp6 miliar.