LAMPUNG — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Shell di beberapa titik akhir-akhir ini memicu pertanyaan publik. Pasalnya, tak sedikit konsumen yang mengeluhkan pompa kosong saat hendak mengisi kendaraan. Namun, pemerintah memastikan tidak ada regulasi yang menghambat pasokan dari perusahaan asal Belanda tersebut.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM, secara tegas membantah anggapan bahwa pemerintah mempersulit perizinan impor BBM bagi Shell. “Coba tanya ke Shell, ya,” ujar Laode sambil tersenyum saat ditemui di Rest Area 57 beberapa hari lalu. Ia menekankan bahwa sebagai regulator, pemerintah justru tidak mengetahui secara pasti alasan perusahaan belum mengajukan izin impor.
“Itu kan cerita lama, ya,” katanya, menepis isu hambatan birokrasi yang kerap dikaitkan dengan kelangkaan pasokan.
Menurut Laode, salah satu faktor yang paling mungkin memengaruhi keputusan Shell adalah kondisi pasar minyak global yang masih bergolak. Harga minyak mentah dunia yang naik-turun akibat konflik geopolitik membuat perhitungan bisnis menjadi tidak pasti. “Bisa juga dia nggak jualan karena harganya kan lagi nggak stabil. Coba tanya, ya. Tapi bisa saja itu,” jelas Laode.
Ia menambahkan bahwa fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Perusahaan swasta kerap menahan diri untuk tidak menjual ketika margin keuntungan tertekan oleh volatilitas harga. Keputusan untuk menghentikan sementara penjualan BBM jenis gasoline di SPBU disebut sebagai langkah antisipatif internal perusahaan untuk menghindari kerugian.
Meski kelangkaan di SPBU Shell bukan menjadi tanggung jawab regulator, Kementerian ESDM mengaku terus memantau dinamika pasar energi. Laode memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun untuk menjaga stabilitas pasokan nasional. “Pak Menteri sudah sering umumkan, ya. Kita itu sudah mengantisipasi. Ini kan masih terus on-off, on-off,” ujarnya.
Pemerintah juga masih mencermati pergerakan harga minyak dunia sebelum menyimpulkan tren penurunan. “Kita itu masih melihat. Masih dinamis. Jadi kita belum yakin betul bahwa, oh, ini sudah turun. Belum. Kita masih melihat dinamika ini,” pungkas Laode.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Shell Indonesia belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kekosongan stok BBM di sejumlah SPBU-nya. Konsumen pun diimbau untuk beralih sementara ke SPBU milik Pertamina atau operator lain yang masih melayani penuh.