LAMPUNG — Pabrikan asal Jerman itu memperkenalkan CLA45 generasi terbaru pada Kamis lalu, dengan DNA yang benar-benar berbeda dari pendahulunya. Jika sebelumnya CLA45 mengandalkan mesin empat silinder turbo bertenaga 421 HP, varian terbaru ini sepenuhnya elektrik dan menggunakan teknologi motor axial flux yang pertama kali debut pada Mercedes-AMG GT 4-Door EV.
Sistem penggerak tri-motor pada CLA45 EV menghasilkan output puncak 680 HP, lompatan lebih dari 250 HP dibandingkan versi bermesin bensin. Anehnya, mobil ini tetap membawa embel-embel CLA45 4Matic+ yang sama persis dengan model lawas.
Baterai berkapasitas 94 kWh membuat bobot kosong mobil ini menembus 2.267 kg, namun akselerasi 0-100 km/jam tetap mampu mencapai 2,7 detik. Mercedes-AMG juga menyematkan suspensi adaptif dengan tiga level pengaturan yang terintegrasi dengan mode berkendara.
Satu mode yang menarik perhatian adalah "AMGFORCE S+". Mode ini diklaim mampu mensimulasikan pengalaman mesin pembakaran internal yang autentik khas AMG. Artinya, pengemudi akan mendengar suara mesin empat silinder sintetis dari CLA45 generasi sebelumnya, lengkap dengan simulasi perpindahan gigi buatan.
Meskipun bobotnya besar, efisiensi CLA45 EV tetap terjaga. Mercedes-AMG mengklaim jarak tempuh mencapai 416 kilometer berdasarkan siklus WLTP yang lebih longgar. Jika dikonversi ke standar EPA Amerika, angkanya diperkirakan turun ke kisaran 300 mil atau sekitar 482 km.
Untuk pengisian daya, mobil ini mendukung pengisian cepat hingga 330 kW. Dalam kondisi optimal, baterai bisa diisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 22 menit. Pabrikan juga mengklaim pengisian selama 10 menit sudah cukup untuk menambah jarak tempuh hingga 168 mil.
Untuk pasar Eropa, Mercedes-AMG menawarkan CLA45 EV dalam dua varian bodi: sedan dan station wagon yang mereka sebut "shooting brake". Namun, kabar buruk datang bagi penggemar di Amerika Serikat. Road & Track mengonfirmasi kepada Car and Driver bahwa model ini tidak akan dijual di Amerika dalam bentuk apapun.
Belum ada informasi apakah model ini akan masuk ke pasar Asia, termasuk Indonesia. Mengingat posisi AMG sebagai merek performa tinggi dengan harga premium, peluangnya untuk hadir di Tanah Air masih harus menunggu konfirmasi resmi dari Mercedes-Benz Indonesia.