SPMB SMP di Bandar Lampung Kebanjiran 600 Aduan, Disdikbud Kejar Verifikasi Sebelum Masuk Sekolah

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 15:28:02 WIB
Disdikbud Bandar Lampung verifikasi 600 aduan SPMB SMP sebelum hari pertama sekolah.

BANDAR LAMPUNG — Gelombang pengaduan membanjiri Disdikbud Kota Bandar Lampung pascapengumuman hasil SPMB SMP. Hingga Kamis (9/7/2026), tercatat 600 laporan masuk dari wali murid yang anaknya belum mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Verifikasi Data Dikejar Sebelum Hari Pertama Sekolah

Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, menyatakan seluruh laporan kini dalam tahap pendataan dan verifikasi. Pihaknya menargetkan proses ini rampung sebelum Senin mendatang.

"Yang sudah terdata hampir 600 orang. Sekarang masih kami verifikasi dan kami carikan sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan domisili mereka. Mudah-mudahan satu atau dua hari ini selesai," kata Ramdhan.

Empat SMP Favorit Penuh, Disdikbud Cari Solusi di Sekolah Lain

Tidak semua sekolah negeri bisa menerima tambahan siswa. Ramdhan menyebut empat SMP favorit — Negeri 1, Negeri 2, Negeri 14, dan Negeri 29 — telah mencapai batas maksimal daya tampung. Disdikbud kini mengupayakan penempatan di sekolah negeri lain yang masih memiliki ruang.

"Kami cek satu per satu apakah mereka memang sudah mengikuti SPMB dan belum diterima. Jangan sampai sebenarnya sudah diterima di sekolah swasta, tetapi kembali mendaftar karena ada kebijakan ini," ujarnya.

Pendaftar Melonjak 4.000 Orang, Kuota Jalur Afirmasi Bergeser

Ramdhan membantah anggapan bahwa daya tampung sekolah negeri berkurang. Penyebab utama membludaknya pengaduan adalah lonjakan jumlah pendaftar — dari 11.000–12.000 orang tahun lalu menjadi sekitar 16.000 orang tahun ini.

Menurutnya, perubahan komposisi kuota di masing-masing jalur penerimaan turut memengaruhi hasil seleksi. "Kalau pendaftar jalur afirmasi lebih banyak, kuotanya disesuaikan. Dampaknya kuota jalur lain ikut bergeser. Jadi bukan jumlah kursi sekolah yang dikurangi," jelas Ramdhan.

Bagaimana Orang Tua Mendapatkan Informasi Penempatan?

Disdikbud memastikan calon siswa yang belum diterima akan ditempatkan ke SMP negeri terdekat dengan domisili. Informasi penempatan akan disampaikan melalui sekolah maupun pemerintah kecamatan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung agar seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri bagi warga yang menginginkannya. "Kami targetkan sebelum hari pertama sekolah semua sudah selesai, sehingga tidak ada anak di Kota Bandar Lampung yang terlambat mengikuti tahun ajaran baru," tutup Ramdhan.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top