Disdikbud Bandar Lampung Pastikan Fasilitasi Calon Siswa yang Belum Diterima di SMPN, Ini Caranya

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50:31 WIB
Disdikbud Bandar Lampung fasilitasi penempatan manual calon siswa yang belum diterima di SMPN.

BANDAR LAMPUNG — Ratusan calon siswa yang gagal masuk SMP negeri melalui jalur PPDB di Bandar Lampung masih memiliki harapan. Disdikbud setempat membuka pintu bagi mereka untuk melapor dan akan diarahkan ke sekolah yang masih tersedia bangku kosong.

Kebijakan Penempatan Manual

Berbeda dengan sistem PPDB yang menggunakan jalur zonasi, afirmasi, atau prestasi, penempatan siswa yang belum diterima ini dilakukan secara manual. Pihak Disdikbud akan menyesuaikan dengan jumlah kuota yang tersisa di masing-masing sekolah.

“Masyarakat yang tidak diterima, silakan melapor ke dinas. Nanti akan kita fasilitasi supaya bisa diterima di sekolah negeri, tetapi tidak bisa memilih sekolah karena menyesuaikan kuota yang tersedia,” ujar M Nur Ramdhan.

Kapan Proses Pendataan Dimulai?

Proses pendataan baru bisa dilakukan setelah masa daftar ulang selesai. Saat ini Disdikbud belum mengetahui angka pasti siswa yang sudah melakukan daftar ulang di sekolah masing-masing.

“Setelah urusan daftar ulang selesai, baru kita bisa melihat sekolah mana yang masih kosong. Karena saat ini kita belum mengetahui jumlah pasti siswa yang sudah melakukan daftar ulang,” jelasnya.

Syarat dan Cara Melapor

Orang tua atau wali calon siswa yang belum diterima diminta segera datang ke kantor Disdikbud Kota Bandar Lampung dengan membawa dokumen persyaratan pendaftaran. Berkas akan diverifikasi, dan siswa akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki tempat.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi warga Bandar Lampung yang anaknya belum mendapatkan kursi di SMP negeri. Meski tidak bisa memilih sekolah, setidaknya akses pendidikan negeri tetap terbuka.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: lampungtoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top