TULANG BAWANG — Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan meminta seluruh elemen masyarakat menggalakkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hal itu disampaikannya saat membuka sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak di ruang rapat lantai II kantor bupati, Rabu (8/7/2026).
Dalam sambutannya, Qudrotul Ikhwan menekankan bahwa anak dan perempuan bukan sekadar warga negara biasa, melainkan aset berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.
“Anak dan perempuan merupakan sebuah aset, aset negara, aset bangsa dan aset kita semua. Maka dari itu anak dan perempuan harus kita pelihara. Bukan hanya kasih makan, tapi juga harus kita didik, harus kita sayangi seperti kita menyayangi diri sendiri,” kata Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa sosialisasi ini digelar karena angka kekerasan dalam rumah tangga di Tulang Bawang masih cukup tinggi. Kekerasan terhadap anak juga masih kerap terjadi.
“Tadi sudah disampaikan ibu kadis bahwa kejadian Kekerasan dalam Rumah Tangga masih cukup tinggi. Kekerasan terhadap anak juga masih ada. Nah ini semua kalau kita bisa lakukan bersama-sama tindakan pencegahan, ini juga bisa mengurangi pekerjaan dan kerepotan dari teman-teman kita di APH, baik itu Kejaksaan maupun Kepolisian,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Kejaksaan, Pengadilan, Kapolres, para camat, serta perwakilan masyarakat. Bupati berharap forum ini bisa memaksimalkan kesadaran dan kepedulian semua pihak untuk saling melindungi.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman dari Dinas. Mudah-mudahan acara yang mulia ini akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kesadaran kita, kepedulian kita untuk melakukan perlindungan terhadap anak maupun perempuan,” pungkasnya.