Gubernur Lampung Dorong Petani Gunakan Pupuk Hayati Cair, Targetkan Efisiensi Biaya dan Swasembada Pangan

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 19:27:01 WIB
Gubernur Lampung memberikan arahan dalam bimtek penggunaan Pupuk Hayati Cair di Balai Pelatihan Kesehatan.

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sektor pertanian melalui program bimbingan teknis (bimtek) masif tentang Pupuk Hayati Cair (PHC). Langkah ini menyasar para pendamping dan penyuluh pertanian agar mampu mentransfer pengetahuan langsung kepada petani di 15 kabupaten/kota.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut sektor pertanian merupakan fondasi ekonomi daerah yang menyumbang sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tiga komoditas utama—ubi kayu, padi, dan jagung—menopang hajat hidup sekitar 5 juta jiwa warga Lampung.

Efisiensi Biaya Produksi Jadi Kunci

Dalam arahannya di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Lampung, Selasa (7/1/2026), Gubernur Rahmat menjelaskan bahwa penggunaan PHC dapat menekan struktur biaya usaha tani. “Target kita ke depan adalah seluruh petani teredukasi dalam pemakaian bahan organik cair secara mandiri. Mereka bisa membuat sendiri, menggunakan sendiri, dan menikmati nilai tambah keuntungannya,” ujarnya.

Menurut gubernur, ketika harga ubi kayu, padi, dan jagung baik, perekonomian Lampung tumbuh signifikan. Sebaliknya, jika petani merugi, dampaknya langsung dirasakan setengah dari total populasi provinsi ini. “Sistem ekonomi harus dikembalikan sesuai amanah Pasal 33 UUD 1945, pertumbuhan dimulai dari bawah, yakni para petani,” tegasnya.

Empat Fokus Nasional yang Dikejar

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPSDMP Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho, mengapresiasi sinergi Pemprov Lampung. Ia menyebut ada empat prioritas nasional yang tengah dikejar: swasembada pangan khususnya beras, penyediaan pangan bergizi, pemenuhan energi terbarukan berbasis komoditas pertanian, dan pengelolaan air.

Eko menambahkan, Kementerian Pertanian telah meluncurkan sejumlah terobosan kebijakan. Di antaranya penurunan harga pupuk hingga 20 persen, pemangkasan 145 regulasi pupuk yang rumit, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 yang dikawal bersama Perum Bulog.

Praktik Langsung Pembuatan PHC

Usai memberikan pengarahan, Gubernur Lampung meninjau langsung praktik pembuatan Pupuk Hayati Cair bersama para peserta bimtek. Kegiatan ini diikuti ratusan penyuluh pertanian, baik secara luring di Aula Bapelkes maupun daring melalui platform telekonferensi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, melaporkan bahwa bimtek ini bagian dari komitmen mempercepat implementasi inovasi pertanian. “Kami ingin mengamankan target produksi daerah dan memperkuat kesejahteraan petani di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan melahirkan agen perubahan yang siap mendampingi petani menuju kemandirian pertanian berbasis organik yang berkelanjutan.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top