BANDARLAMPUNG — UIN Raden Intan Lampung (RIL) kini resmi mengantongi izin untuk menyelenggarakan Program Doktor Pendidikan Agama Islam. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 574 Tahun 2026 yang ditandatangani atas nama Menteri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Suyitno, menjadi dasar hukum pembukaan program studi anyar ini.
Kabar tersebut diterima pada Selasa (30/6/2026) dan langsung disambut dengan rasa syukur oleh seluruh sivitas akademika. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, menegaskan bahwa izin ini merupakan amanah besar bagi pengembangan mutu akademik kampus.
“Alhamdulillah, ini merupakan nikmat dan amanah yang patut kita syukuri. Terbitnya izin penyelenggaraan Program Doktor Pendidikan Agama Islam menjadi langkah penting dalam penguatan mutu akademik UIN Raden Intan Lampung,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pembukaan program doktor ini tidak serta-merta terjadi. UIN RIL telah melalui serangkaian tahapan ketat, termasuk visitasi lapangan oleh tim asesor. Proses penilaian kelayakan itu digelar di ruang meeting lantai 1 Gedung Academic and Research Center UIN RIL pada Sabtu (25/10/2025).
Selain itu, syarat minimum akreditasi juga telah dipenuhi. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 527/SU-A/LAMDIK/III/2026 pada 3 Maret 2026.
Kebutuhan akan tenaga ahli berkualifikasi doktor di bidang Pendidikan Agama Islam dinilai semakin mendesak. Apalagi, Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Agama Islam di UIN RIL telah meraih akreditasi Unggul. Kondisi ini berbanding lurus dengan tingginya animo lulusan magister untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.
Di sisi lain, beberapa perguruan tinggi keagamaan di Provinsi Lampung juga mulai membuka program doktor serupa. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing akademik UIN RIL sekaligus memperluas kontribusi dalam pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia.
Dengan tambahan program studi baru ini, UIN Raden Intan Lampung kini mengelola lima program doktor sekaligus. Keempat program lainnya adalah Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Keluarga, Pengembangan Masyarakat Islam, dan Ekonomi Syariah.
Prof. Andi Thahir berharap program studi ini dapat melahirkan lulusan doktor yang berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara. “Semoga program studi ini memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam,” pungkasnya.