BANDARLAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mengumpulkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Dinkes Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyebut SPPG sebagai ujung tombak keberhasilan program di lapangan.
"Kami telah kumpulkan SPPG di kota ini guna memperkuat tata kelola MBG," kata Muhtadi di Bandarlampung, Kamis.
Muhtadi menekankan bahwa proses penyediaan makanan harus berjalan sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Pihaknya terus mendorong penguatan tata kelola dan pengawasan keamanan pangan di setiap titik layanan.
"Kami terus menekankan pentingnya penguatan tata kelola, pengawasan keamanan pangan, hingga peningkatan kualitas layanan kepada para penerima manfaat program MBG," katanya.
Muhtadi menyampaikan bahwa berbagai tantangan masih dihadapi dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, efisiensi distribusi, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga konsistensi penerapan standar keamanan pangan.
"Oleh karena itu, kami juga akan memperkuat sistem monitoring terpadu, meningkatkan kapasitas SDM SPPG, memperketat pengawasan mutu pangan, serta memastikan kelompok rentan menjadi prioritas utama penerima manfaat," ujarnya.
Dinkes menargetkan layanan MBG di Bandarlampung berjalan aman, berkualitas, dan bebas dari kasus penyakit bawaan pangan (foodborne disease).
Muhtadi menegaskan bahwa Program MBG merupakan program Presiden yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, SPPG tidak boleh sekadar membagikan makanan lalu selesai, melainkan harus menjamin keamanan pangan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
"Program MBG ini adalah program Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Jadi, SPPG bukan hanya sekedar bagikan makanan selesai, tetapi keamanan pangan, hingga peningkatan kualitas layanan kepada para penerima manfaat," katanya.
Dinkes berkomitmen memperkuat sistem monitoring terpadu dan meningkatkan kapasitas SDM SPPG secara berkala. Langkah ini diambil agar program MBG benar-benar menjadi investasi kesehatan bagi generasi muda Bandarlampung.