Dinkes Bandarlampung Kumpulkan Seluruh SPPG untuk Perkuat Tata Kelola Makan Bergizi Gratis, Target Nol Kasus Penyakit Bawaan Pangan

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:35 WIB
Dinkes Bandarlampung mengumpulkan seluruh SPPG untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

BANDARLAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mengumpulkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Dinkes Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyebut SPPG sebagai ujung tombak keberhasilan program di lapangan.

"Kami telah kumpulkan SPPG di kota ini guna memperkuat tata kelola MBG," kata Muhtadi di Bandarlampung, Kamis.

Bukan Sekadar Bagikan Makanan, Ada Standar Ketat yang Harus Dipatuhi

Muhtadi menekankan bahwa proses penyediaan makanan harus berjalan sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Pihaknya terus mendorong penguatan tata kelola dan pengawasan keamanan pangan di setiap titik layanan.

"Kami terus menekankan pentingnya penguatan tata kelola, pengawasan keamanan pangan, hingga peningkatan kualitas layanan kepada para penerima manfaat program MBG," katanya.

Target: Nol Kasus Penyakit Bawaan Pangan di Bandarlampung

Muhtadi menyampaikan bahwa berbagai tantangan masih dihadapi dalam pelaksanaan program MBG. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, efisiensi distribusi, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga konsistensi penerapan standar keamanan pangan.

"Oleh karena itu, kami juga akan memperkuat sistem monitoring terpadu, meningkatkan kapasitas SDM SPPG, memperketat pengawasan mutu pangan, serta memastikan kelompok rentan menjadi prioritas utama penerima manfaat," ujarnya.

Dinkes menargetkan layanan MBG di Bandarlampung berjalan aman, berkualitas, dan bebas dari kasus penyakit bawaan pangan (foodborne disease).

Program MBG: Investasi Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Muhtadi menegaskan bahwa Program MBG merupakan program Presiden yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, SPPG tidak boleh sekadar membagikan makanan lalu selesai, melainkan harus menjamin keamanan pangan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

"Program MBG ini adalah program Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Jadi, SPPG bukan hanya sekedar bagikan makanan selesai, tetapi keamanan pangan, hingga peningkatan kualitas layanan kepada para penerima manfaat," katanya.

Fakta Singkat Program MBG di Bandarlampung

  • SPPG ditetapkan sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.
  • Pengawasan diperketat pada tiga tahap: pemilihan bahan baku, pengolahan, dan distribusi.
  • Kelompok rentan menjadi prioritas utama penerima manfaat.
  • Target utama: nol kasus penyakit bawaan pangan di Kota Bandarlampung.

Dinkes berkomitmen memperkuat sistem monitoring terpadu dan meningkatkan kapasitas SDM SPPG secara berkala. Langkah ini diambil agar program MBG benar-benar menjadi investasi kesehatan bagi generasi muda Bandarlampung.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top