Kepala Sekolah di Pesisir Barat Lampung Diteror Oknum Minta Uang Imbas Ancaman Publikasi Dana BOS

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 20:02:31 WIB
Kepala sekolah di Pesisir Barat mengalami teror terkait dugaan penyimpangan dana BOS.

KRUI — Keresahan para kepala sekolah di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mencapai puncak setelah mereka menjadi sasaran teror dari orang tak dikenal. Modusnya, pelaku menghubungi korban dan mengancam akan mempublikasikan dugaan penyimpangan anggaran di sekolah yang dikelola, lalu meminta sejumlah uang.

Seorang kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan praktik ini sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut aksi tersebut mulai dirasakan sejak awal tahun 2025.

Modus Pelaku: Ancaman Publikasi Disusul Permintaan Uang

Menurut keterangan kepala sekolah tersebut, pelaku secara rutin menelepon pihak sekolah. Jika tidak dijawab atau ditanggapi, mereka akan menggunakan nomor lain atau orang lain yang diduga masih satu komplotan untuk kembali menghubungi.

"Padahal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah jelas peruntukannya, sudah ada aturannya. BPK juga sudah memeriksa," ujar kepala sekolah tersebut.

Ia mengaku sempat memberikan sejumlah uang kepada pelaku. Namun, ia menegaskan pemberian itu bukan didasari rasa takut, melainkan sebatas toleransi. Bukannya berhenti, permintaan justru terus berlanjut.

Kadisdikbud: Belum Ada Laporan Resmi, Tapi Akan Ditindaklanjuti

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat, Marnentinus, mengakui pihaknya secara resmi belum menerima keluhan dari kepala sekolah terkait persoalan ini. Namun, ia memastikan akan menindaklanjuti informasi tersebut agar tidak terus terjadi.

"Sementara kami tampung dulu, kami cari solusinya. Kalau laporan ke kami belum ada. Kalau sudah meresahkan, tentu kami akan mengambil langkah-langkah. Ini juga akan kami laporkan ke pimpinan," kata Marnentinus saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).

Oknum Juga Incar Kadisdikbud dengan Ancaman Serupa

Marnentinus mengungkapkan bahwa praktik serupa tidak hanya dialami oleh kepala sekolah, tetapi juga dirinya. Ia mengaku kerap menerima telepon dari nomor tak dikenal dengan kata-kata yang cenderung mengancam.

"Kalau dilayani terus bagaimana? Tinggal kita menyikapi, jangan kasih peluang. Saya juga banyak di WhatsApp. Saya tidak kenal, ada juga yang mengancam bilang 'saya ada data'," tambah dia.

Marnentinus berharap persoalan ini bisa segera diatasi agar para guru dan kepala sekolah di Pesisir Barat dapat bekerja dengan nyaman tanpa gangguan dari pihak eksternal yang bisa mengganggu konsentrasi kegiatan belajar mengajar.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: kabarindoraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top