BANDARLAMPUNG — PT Pegadaian (Persero) Area Lampung memperkuat edukasi literasi finansial kepada mahasiswa Universitas Lampung (Unila) dengan menyasar instrumen investasi emas. Program ini menekankan bahwa emas merupakan aset yang cocok bagi pemula karena sifatnya yang likuid dan mudah diakses.
Deputy Bisnis Kantor PT Pegadaian (Persero) Area Lampung Lenny Fetresia mengatakan, emas unggul karena karakteristiknya yang ramah bagi investor baru. “Mudah dibeli, mudah disimpan atau dirawat, serta sangat likuid,” ujarnya di Bandarlampung, Jumat.
Lenny menjelaskan, digitalisasi membuat masyarakat dan mahasiswa kini lebih mudah menabung emas. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, seseorang sudah bisa mulai menabung yang dikonversi ke emas 24 karat hanya dengan nominal mulai dari Rp10.000.
“Ini jelas jauh lebih mudah bagi siapa pun,” katanya.
Ia menambahkan, komoditas emas bertindak sebagai pelindung nilai utama dari gerusan inflasi global. Emas disebut memiliki karakteristik safe haven, sehingga nilainya tetap kokoh bahkan cenderung naik signifikan di tengah ketidakpastian ekonomi, krisis geopolitik, atau ancaman inflasi tinggi yang bisa menurunkan nilai mata uang fiat.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unila Dr. Neli Aida, S.E., M.Si., menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa. Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan merupakan keterampilan hidup yang mutlak dikuasai demi menjamin kesinambungan masa depan.
“Literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang penting. Mahasiswa perlu belajar mengatur keuangan sejak dini agar memiliki masa depan yang lebih terencana dan berkelanjutan,” kata Neli.
Edukasi ini menjadi bagian dari upaya Pegadaian menjangkau generasi muda di Lampung agar lebih melek investasi sejak di bangku kuliah. Dengan kemudahan akses digital, Pegadaian berharap mahasiswa tidak hanya terbiasa menabung konvensional, tetapi juga mulai berinvestasi pada aset riil seperti emas.