Profesor Unila Sebut AI Bukan Ancaman, Dorong UMKM dan Pertanian di Lampung Manfaatkan Teknologi Digital

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 12:15:01 WIB
Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan menegaskan AI sebagai alat bantu yang meningkatkan efisiensi kerja.

BANDAR LAMPUNG — Pergeseran pasar tenaga kerja di era digital tidak perlu ditakuti. Justru, kata Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, kehadiran Artificial Intelligence (AI) harus dimanfaatkan sebagai alat bantu yang meningkatkan efisiensi, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.

“AI bukan musuh. AI hadir sebagai asisten yang membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. Secara profesional, AI sangat membantu dalam layanan maupun proses produksi,” ujarnya dalam dialog bertema “AI dan Pergeseran Pasar Tenaga Kerja”.

UMKM di Lampung Bisa Tembus Pasar Global Tanpa Pindah Lokasi

Prof. Said menyoroti potensi besar AI bagi pelaku usaha kecil di daerah. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan riset pasar yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini bisa dilakukan dalam hitungan jam. Produk-produk UMKM Lampung, seperti kopi atau kerajinan lokal, bisa dipromosikan secara lebih luas ke pasar global.

“Dengan AI, kita tidak perlu ke mana-mana, tetapi bisa hadir di mana saja. Kita bisa menjual potensi daerah, seperti keindahan laut atau produk lokal, langsung dari tempat asalnya,” ungkapnya.

Sektor Pertanian dan Pariwisata Juga Diuntungkan

Di sektor pertanian, AI dinilai mampu membuat rantai pasok (supply chain) menjadi lebih terukur. Sementara di pariwisata, teknologi ini memungkinkan destinasi di Lampung diperkenalkan secara virtual kepada calon wisatawan mancanegara tanpa harus menggelar pameran besar-besaran.

“Efisiensi biaya produksi juga menjadi keuntungan besar. Yang perlu dilakukan adalah memahami fitur-fitur AI dan mengendalikannya. Manusialah yang tetap memegang kendali,” tegasnya.

Kampus Harus Beradaptasi, Dosen Tak Boleh Gaptek

Prof. Said yang juga dosen di Unila menekankan pentingnya adaptasi institusi pendidikan terhadap perkembangan AI. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab membekali mahasiswa dengan pemahaman etika penggunaan teknologi tersebut.

“Kami di kampus sudah mulai membangun pemahaman tentang etika penggunaan AI. Jika dosen tidak mau beradaptasi, maka mereka berpotensi tertinggal oleh perkembangan zaman,” jelasnya.

Jangan Apatis, Pelajari dan Kuasai Teknologi

Di penghujung dialog, Prof. Said mengajak masyarakat Lampung untuk tidak bersikap apatis terhadap gelombang digitalisasi. Ia menekankan bahwa masa depan ekonomi digital sangat bergantung pada kemampuan manusia dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.

“AI bukan sesuatu yang menakutkan. Pelajari, pahami, dan implementasikan. Jangan dilawan, jangan apatis, karena kendali sepenuhnya tetap ada di tangan kita,” pungkasnya.(**)

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: sumaterapost.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top