LAMPUNG — Sesi kualifikasi di Sirkuit Barcelona-Catalunya berlangsung di bawah tekanan suhu ekstrem. Suhu udara mencapai 31°C dan lintasan menyentuh 51°C, menyebabkan degradasi ban menjadi sangat tinggi. Akibatnya, setiap set ban Soft hanya efektif untuk satu putaran cepat, memaksa tim menyusun strategi sejak Q1.
Russell mencatatkan waktu 1:14,679 detik di sesi Q3. Ia mengaku melakukan perubahan besar pada pendekatan balapnya akhir pekan ini.
"Saya melakukan reset besar-besaran menjelang akhir pekan ini, dan setiap lap sejak awal kami selalu berada di dua posisi teratas," ujar Russell. Ia tetap waspada menghadapi balapan utama. "Poin baru akan dicetak besok. Balapan akan berjalan panjang dengan degradasi ban yang tinggi," tambahnya.
Mantan rekan setim Russell, Lewis Hamilton, finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,064 detik. Pembalap Ferrari itu mengaku sempat kesulitan dengan keseimbangan mobil SF-26 pada sesi latihan bebas, namun perubahan setelan setelah FP3 terbukti efektif.
"Tim melakukan pekerjaan hebat dan peningkatan mobil bekerja sesuai harapan. Semoga kami bisa bertarung dengan Mercedes dan tetap berada di depan," kata Hamilton optimistis.
Andrea Kimi Antonelli melengkapi dominasi Mercedes di baris terdepan dengan menempati posisi ketiga. Pembalap muda Italia itu mengakui kesulitan menjinakkan karakter sirkuit Catalunya. "Saya merasa seperti mendorong terlalu keras di kualifikasi dan di sektor terakhir, saya bisa merasakan catatan waktu mulai merosot," jelasnya. Antonelli tetap optimistis: "P3 bukan posisi yang buruk untuk memulai, dan balapan besok akan berjalan sangat panjang."
Nasib buruk menimpa Charles Leclerc. Pembalap Ferrari asal Monako itu mengalami kecelakaan di Tikungan 4 pada awal Q3, memicu bendera merah. Ia tidak bisa melanjutkan sesi dan harus start dari posisi kesepuluh pada Grand Prix sepanjang 66 putaran, Minggu (14/6).