PESAWARAN — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka langsung pelatihan vokasi yang digelar di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kamis (9/7/2026). Program ini mengusung skema Mobile Training Unit (MTU), di mana instruktur dan peralatan pelatihan langsung didatangkan ke desa-desa.
“Kita harapkan teman-teman di desa bisa melakukan pemecahan masalah melalui pendekatan manusia, yang tentu berbeda jika kita melakukan pemecahan masalah itu melalui pendekatan masalah itu sendiri,” ujar Wagub Jihan dalam sambutannya.
Skema MTU: Instruktur Datang ke Desa, Bukan Warga ke Kota
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menjelaskan, skema MTU dipilih karena keterbatasan jarak dan akses pelayanan di daerah. Pada 2026, pelatihan menyasar 528 peserta di 33 desa yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 928 orang telah mengikuti program serupa.
“Instruktur yang hadir ke desa-desa. Jadi dengan keterbatasan jarak, Gubernur memberikan solusi dengan skema MTU,” kata Agus.
Fokus Pelatihan: Las Dasar Peralatan Pertanian dengan Porsi Praktik 70 Persen
Materi pelatihan tahun ini difokuskan pada kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian. Metode pembelajaran berbasis kompetensi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, agar peserta tidak hanya siap kerja tetapi juga siap pakai.
Wagub Jihan menekankan bahwa pelatihan vokasi bukan sekadar menyediakan lapangan kerja, melainkan membangun pola pikir kritis. “Bapak Ibu yang belajar di program vokasi ini bukan untuk kita sediakan lapangan pekerjaannya, tetapi kita ciptakan bagaimana mindset itu bisa berpikir kritis, brainstorming masalah, dan membuat solusi,” tegasnya.
Integrasi dengan Program Desaku Maju: Pertanian, Infrastruktur, dan SDM
Pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari program unggulan Pemprov Lampung, Desaku Maju. Program tersebut mengintegrasikan berbagai intervensi pembangunan desa, mulai dari sektor pertanian—seperti Rice Milling Unit (RMU), dryer, dan pupuk organik cair (POC)—hingga pembangunan jalan lingkungan.
“Hari ini kita integrasikan juga dari sektor SDM-nya. Sumber daya manusianya kita latih agar nanti bisa masuk ke dalam ekosistem dan membangun ekosistem itu lebih sempurna lagi,” ujar Wagub Jihan.
Tingkat Pengangguran Terbuka Lampung Tembus di Bawah 4 Persen
Agus Nompitu mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung untuk pertama kalinya pada 2026 tembus di bawah 4 persen, tepatnya 3,95 persen. Namun, Wagub Jihan mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar: dari sekitar 4,9 juta penduduk yang bekerja, hanya 31 persen di sektor formal.
“Data ini mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, tetapi meningkatkan kualitas SDM, produktivitas, dan daya saing,” katanya.