LAMPUNG — Transformasi sistem operasional kini menjadi fokus utama PT PLN (Persero) UID Lampung dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan. Hingga pertengahan Mei 2026, perusahaan telah menyebar 51 unit kendaraan listrik ke berbagai unit layanan di Provinsi Lampung. Armada ini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan yang padat, tetapi juga diproyeksikan untuk menjangkau daerah dengan karakteristik medan yang menantang.
Keputusan beralih ke armada berbasis baterai ini didasari oleh performa kendaraan yang dinilai mumpuni untuk aktivitas harian. Setiap unit kendaraan listrik yang dioperasikan memiliki daya tempuh yang cukup signifikan, yakni berkisar antara 350 hingga 450 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Kapasitas ini dianggap lebih dari cukup untuk mendukung mobilitas petugas yang harus bergerak dinamis dari satu titik ke titik lain setiap harinya.
Keandalan Armada di Medan Menantang
Penggunaan kendaraan listrik di lapangan memberikan perspektif baru bagi para petugas yang bersentuhan langsung dengan operasional teknis. Adi, salah seorang pengemudi operasional PLN di Lampung, mengungkapkan bahwa peralihan dari kendaraan konvensional ke listrik membawa perubahan besar dalam kenyamanan bekerja. Menurutnya, kepraktisan menjadi faktor utama yang dirasakan selama berada di balik kemudi.
"Selama menggunakan kendaraan listrik, kami merasakan operasional jadi lebih praktis. Suaranya halus, perawatannya juga lebih sederhana, dan yang paling penting tetap bertenaga saat digunakan di berbagai kondisi," ujar Adi menceritakan pengalamannya di lapangan.
Kondisi mesin yang lebih senyap dan minim getaran diakui membantu mengurangi kelelahan petugas saat harus menempuh jarak jauh. Selain itu, aspek pemeliharaan yang lebih ringkas dibandingkan kendaraan bermesin uap (internal combustion engine) memungkinkan armada selalu dalam kondisi siap siaga untuk merespons gangguan atau kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah.
Komitmen Transisi Energi Bersih di Lampung
General Manager PT PLN (Persero) UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa modernisasi armada ini adalah bagian dari peta jalan besar perusahaan dalam mendukung program transisi energi nasional. Pada Jumat (16/5/2026), Rizky menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih berkelanjutan.
“Transformasi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu mendukung mobilitas kerja secara andal di berbagai kondisi lapangan,” kata Rizky. Ia menambahkan bahwa inovasi ini menjadi instrumen penting bagi PLN dalam membangun sistem operasional yang lebih modern, hemat energi, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan hidup.
Melalui optimalisasi penggunaan energi bersih ini, PLN UID Lampung menargetkan peningkatan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang. Pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan armada yang lebih andal dan efisien, PLN berupaya memastikan setiap keluhan atau kebutuhan pelanggan di seluruh pelosok Lampung dapat tertangani dengan lebih cepat dan maksimal.