BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) optimistis menjadi sentra budidaya bawang putih baru di Provinsi Lampung. Optimisme itu muncul setelah pemantauan sampel tanaman pada umur 88 hari setelah tanam (HST) menunjukkan diameter umbi mencapai 37,3 milimeter—hampir 4 sentimeter dan mendekati standar grade A.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyatakan, potensi lahan yang bisa ditanami bawang putih di wilayahnya mencapai 870 hektare. Pada tahap awal 2026, melalui program ketahanan pangan bidang hortikultura, pemerintah daerah menargetkan penanaman seluas 40 hektare.
Lahan percontohan tersebar di empat kecamatan: Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau. Bupati Parosil menyebut langkah ini baru permulaan. Jika hasil panen Agustus memuaskan, pemerintah akan mendorong perluasan ke seluruh wilayah potensial.
"Ini bukti bahwa tanah Lampung Barat mampu menghasilkan bawang putih berkualitas. Dengan demikian kami punya potensi besar untuk menjadi sentra budidaya bawang putih di Provinsi Lampung," kata Parosil di Bandarlampung, Rabu.
Lampung Barat memiliki keunggulan geografis yang cocok untuk budidaya bawang putih. Wilayahnya berada pada ketinggian 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL), dengan suhu sejuk dan kondisi tanah subur.
"Daerah ini punya potensi besar. Secara geografis Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih. Ini menjadi komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita," ujar Bupati.
Program pengembangan bawang putih ini mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan pihaknya siap berkolaborasi mengawal program dari hulu ke hilir.
"Dukungan kolaborasi ini diharapkan dapat mengawal program dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pendampingan, hingga pemasaran. Tujuannya agar petani di Lampung Barat tidak mengalami kesulitan, baik pemasaran maupun pembudidayaan," kata Kapolda.
Bupati Parosil menambahkan, keberhasilan program ini berdampak pada ketahanan pangan daerah, peningkatan pendapatan petani, dan penguatan ekonomi lokal. "Dengan sinergi semua pihak, kami optimis Lampung Barat bisa menjadi lumbung bawang putih baru di Lampung," pungkasnya.