BANDAR LAMPUNG — Dua kepala keluarga dengan total lima jiwa menjadi korban terdampak kebakaran yang meludeskan sebuah bengkel tambal ban dan Toko Budhi Elektronik di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, Selasa (28/7) pagi. Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyebut kerugian material mencapai Rp150 juta.
Anthoni menjelaskan laporan kebakaran masuk pada pukul 06.17 WIB. Armada pertama langsung diberangkatkan satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 06.19 WIB — artinya waktu tanggap petugas hanya dua menit.
Sebanyak 35 personel dikerahkan dengan dukungan 11 unit kendaraan operasional dari Mako Tendean dan pos siaga di Way Halim, Kedaton, Tanjung Senang, Sukarame, Langkapura, serta TBU. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 09.00 WIB dan menghabiskan 16 tangki air.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di instalasi bagian atas bangunan bengkel. Percikan api menyambar material mudah terbakar di bengkel tambal ban seluas 8 x 10 meter, lalu merembet ke Toko Budhi Elektronik yang berada tepat di sampingnya.
“Objek utama yang terbakar merupakan bengkel tambal ban. Api juga menghanguskan sebagian Toko Budhi Elektronik yang berada di samping lokasi,” kata Anthoni. Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Di bengkel tambal ban, tiga unit sepeda motor — Honda Beat, Yamaha Vixion, dan Honda Vario — ikut terbakar bersama peralatan bengkel serta perabotan rumah tangga. Sementara di toko elektronik, barang-barang seperti kulkas, mesin cuci, AC, kompor, magicom, dan kipas angin ludes dilalap api.
Anthoni merinci kerugian di bengkel tambal ban mencapai Rp100 juta, sedangkan Toko Budhi Elektronik mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Bangunan bengkel dihuni satu keluarga dengan empat jiwa, sementara toko elektronik dihuni satu kepala keluarga dengan satu orang penghuni.
Selama proses pemadaman, Damkarmat berkoordinasi dengan PLN untuk mengamankan jaringan listrik di lokasi. Laporan telah disampaikan kepada teknisi PLN untuk penanganan lanjutan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ucap Anthoni. Dua unit SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) digunakan petugas untuk mendukung operasi pemadaman di area yang padat asap.