LAMPUNG — Jurnalis otomotif Jalopnik, Collin Woodard, kembali dengan daftar mingguan The Dopest Cars yang ia temukan secara daring. Setelah seminggu absen karena sakit tenggorokan dan pindah rumah, ia menyisir Facebook Marketplace dan menemukan tiga kendaraan yang menurutnya paling "dope" atau keren untuk pekan ini. Ketiganya adalah Mitsubishi Delica, RAV4 Convertible, dan Lancer Evo Wagon.
Mitsubishi Delica generasi keempat yang dijual seharga USD 11.000 (sekitar Rp 176 juta) menjadi primadona. Mobil ini sudah dilengkapi dengan lift kit setinggi dua inci yang disebut Woodard sebagai ukuran ideal. "Kalau lebih tinggi lagi akan terlihat konyol," tulisnya.
Pemiliknya tampak sangat paham dengan komunitas Delica. Ia menyebutkan modifikasi Montero front brake swap sebagai hal yang populer, sebuah istilah teknis yang hanya dikenal oleh para penggemar berat. Woodard membandingkannya dengan pengguna Subaru yang mengganti rem dengan komponen Cadillac ATS karena harga Brembo STI yang mahal.
RAV4 convertible merupakan varian langka yang pernah diproduksi Toyota. Woodard menyebutnya sebagai mobil yang sempurna untuk mereka yang ingin sensasi off-road dengan angin berhembus di rambut. Meskipun tidak disebutkan harga pastinya, mobil ini masuk dalam daftar karena kelangkaannya dan kondisinya yang masih orisinal.
Woodard mengakui bahwa RAV4 model ini bukanlah mobil sport, melainkan kendaraan petualangan yang fungsional. "Ini bukan tentang kecepatan, tapi tentang pengalaman," katanya.
Lancer Evo Wagon adalah salah satu model paling langka dari keluarga Evolution. Dengan mesin turbocharged 2.0 liter dan sistem penggerak all-wheel drive, mobil ini menawarkan performa tinggi namun tetap memiliki ruang bagasi yang lega. Woodard menyebutnya sebagai "senjata rahasia" bagi keluarga yang ingin tampil sporty.
Harga yang tertera dalam daftar adalah USD 20.000 (sekitar Rp 320 juta). Woodard menekankan bahwa mobil ini bukan sekadar mobil wagon biasa, melainkan sebuah performance car yang bisa digunakan sehari-hari. "Ini adalah jawaban bagi mereka yang tidak mau mengorbankan kepraktisan demi kecepatan," pungkasnya.