Pertamina NRE Ubah Lahan Bekas Tambang PT Bukit Asam Jadi Pembangkit Surya 100 GW

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:31:01 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina NRE dan PT Bukit Asam untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di lahan bekas tambang.

LAMPUNG — Nota kesepahaman antara kedua BUMN ini diteken di Kantor Pusat PTBA, Jakarta, Kamis (2/7). Lewat sinergi ini, Pertamina NRE akan memimpin proses konversi area operasional dan lahan bekas tambang PTBA menjadi pusat energi surya. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Pertamina NRE sebagai motor utama transisi energi di Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek biasa. "Sinergi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek-proyek energi hijau yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat ekosistem industri nasional, serta membuka peluang pendanaan hijau," ujarnya dalam keterangan resmi.

Skema Proyek: Dari Identifikasi Lokasi hingga Konstruksi Penuh

Kerja sama ini dirancang secara bertahap dan terukur. Kedua perusahaan sepakat memulai dari identifikasi lokasi potensial, dilanjutkan dengan studi kelayakan teknis dan finansial. Setelah itu, model kerja sama akan dievaluasi sebelum masuk ke tahap pengembangan proyek secara penuh.

Lahan yang digunakan adalah area pascatambang yang telah menjalani proses reklamasi dan rehabilitasi. Alih-alih dibiarkan terbengkalai, lahan itu akan ditransformasikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya yang produktif.

PTBA: Ini Role Model Pemanfaatan Aset Negara

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut pihaknya berkomitmen pada gagasan Sustainability Through Technology.

"Melalui kerja sama dengan Pertamina NRE, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun berbagai potensi renewable energy lainnya," jelas Turino.

Menurutnya, penguasaan teknologi dari Pertamina NRE menjadi kunci untuk menurunkan emisi karbon tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Ia berharap kolaborasi antar-BUMN ini bisa menjadi role model nyata pemanfaatan aset negara untuk energi bersih.

Dengan proyek ini, PTBA dan Pertamina NRE membidik optimalisasi ribuan hektar lahan pascatambang. Target akhirnya adalah mendukung pencapaian Net Zero Emission Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa integrasi antar-BUMN mampu mempercepat ketahanan energi nasional yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top