Gardu Trafo PLN di Lampung Timur Dibobol Maling, Kabel Tembaga Raib dan 250 Rumah Warga Padam

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 11:44:31 WIB
Gardu trafo PLN di Lampung Timur dibobol maling, kabel tembaga senilai ratusan juta rupiah hilang.

LAMPUNG TIMUR — Warga Dusun IV, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, mendadak gelap gulita sejak pukul 02.00 WIB, Sabtu (20/6/2026). Awalnya, banyak yang mengira pemadaman itu bagian dari jadwal pemeliharaan rutin PLN. Namun, aliran listrik tak kunjung pulih hingga pagi.

Kronologi: Petugas Temukan Gardu Rusak Parah

Kecurigaan warga baru terjawab setelah petugas teknis PLN yang kebanjiran laporan pelanggan mendatangi Gardu Trafo SB 137 pada pukul 06.00 WIB. Alih-alih menemukan kerusakan teknis, mereka justru menyaksikan pemandangan berbeda. Pintu gardu rusak, dan kabel-kabel jenis NYY pada komponen trafo mobile telah dipotong rapi.

"Kabel-kabel itu dipotong secara terukur menggunakan alat tertentu, lalu dibawa kabur," ujar Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, Senin (22/6/2026).

Mengapa Maling Incar Kabel Tembaga PLN?

Kapasitas gardu yang dibobol mencapai 250 kVA, cukup untuk melayani kebutuhan listrik satu dusun. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Polsek Labuhan Maringgai, polisi menduga pelaku adalah sindikat spesialis logam berharga. Kabel tembaga memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap, menjadikannya target utama pencurian.

Tembaga merupakan konduktor listrik yang efisien dan harganya stabil di pasaran. Modus operandi yang rapi, dengan pemotongan kabel secara presisi, mengindikasikan pelaku bukanlah pencuri amatiran.

Dampak ke Warga dan Langkah PLN

Pemadaman total akibat pencurian ini melumpuhkan aktivitas warga. Mulai dari usaha kecil yang menggunakan mesin pendingin, hingga kebutuhan penerangan rumah tangga, semuanya terhenti. Belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah yang terdampak, namun dipastikan mencapai ratusan kepala keluarga di Dusun IV.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN masih melakukan perbaikan darurat untuk memulihkan aliran listrik. Sementara itu, tim gabungan dari Polsek Labuhan Maringgai terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di sekitar lokasi.

"Anggota kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan cek TKP secara menyeluruh dan mengumpulkan bukti-bukti awal di lapangan," pungkas AKP Stefanus.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top