PT Pertamina Patra Niaga secara bertahap mengonversi 13 titik SPBU di wilayah Jakarta dan sekitarnya menjadi kategori Signature yang tidak lagi menyediakan BBM jenis Pertalite per Juni 2026. Perubahan status ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan fasilitas dan layanan premium di lokasi-lokasi strategis tertentu. Manajemen memastikan ketersediaan Pertalite sebagai produk penugasan pemerintah tetap terjamin di ribuan titik SPBU reguler lainnya.
Langkah transformasi layanan ini sempat memicu perbincangan di media sosial setelah salah satu unit pengisian bahan bakar di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, terpantau berhenti menyalurkan Pertalite sejak 1 Mei 2026. Fenomena ini kemudian memunculkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai keberlanjutan distribusi BBM subsidi RON 90 di ibu kota.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan oleh penghentian distribusi secara massal, melainkan imbas dari perubahan status operasional unit terkait. Pertamina kini mengklasifikasikan sejumlah titik sebagai SPBU Signature untuk menyasar segmen pelanggan yang membutuhkan standar kenyamanan lebih tinggi.
Berbeda dengan unit pengisian reguler, SPBU Signature dirancang untuk mengedepankan fasilitas prima yang melampaui standar SPBU pada umumnya. Lokasi-lokasi ini difokuskan untuk melayani produk BBM nonsubsidi dengan dukungan fasilitas pendukung yang lebih lengkap dan eksklusif. Salah satu percontohan yang sudah berjalan adalah SPBU Signature di kawasan Pondok Indah.
"SPBU Signature mengedepankan layanan dan fasilitas prima yang di atas SPBU biasa yang masih menjual BBM Subsidi," ujar Roberth dalam keterangannya yang diterima pada Jumat (8/6/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan ini merupakan bentuk segmentasi pasar guna memenuhi ekspektasi pelanggan di kawasan hunian dan bisnis premium.
Meskipun 13 titik di Jabodetabek tidak lagi melayani Pertalite, Pertamina menegaskan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan BBM subsidi tidak akan terganggu. Perusahaan tetap menjalankan kewajiban Public Service Obligation (PSO) sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aksi borong karena stok di luar titik Signature dipastikan aman.
"Masyarakat pengguna Pertalite tidak perlu khawatir, karena layanan ketersediaan produk Pertalite tetap akan dilayani di SPBU lainnya. Pertamina tetap berkomitmen melayani Pertalite untuk masyarakat sebagai Penugasan Pemerintah," tegas Roberth. Perusahaan menyarankan pengguna untuk memantau lokasi SPBU terdekat melalui aplikasi MyPertamina jika ingin mencari produk RON 90.
Hingga Juni 2026, terdapat 13 lokasi yang telah resmi menyandang status Signature dan tidak lagi menyediakan dispenser untuk Pertalite. Berikut adalah rincian lokasinya:
Transformasi ini menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam melakukan modernisasi infrastruktur hilir migas. Dengan adanya pemisahan antara SPBU Signature dan reguler, perusahaan berharap dapat mengatur beban antrean dan memberikan pilihan layanan yang lebih spesifik bagi berbagai lapisan konsumen di wilayah metropolitan.