Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Sektor Properti Pacu Ekonomi Lampung

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:56:40 WIB
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mendorong sektor properti sebagai penggerak utama ekonomi Lampung.

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi dengan Realestat Indonesia (REI) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor properti. Kerja sama strategis ini berkaitan erat dengan agenda Astacita dan program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa selama 54 tahun, REI telah menjadi mitra krusial dalam pembangunan nasional. Di Lampung, peran pengembang properti kini diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi dari berbasis komoditas mentah menuju hilirisasi industri.

Potensi Lapangan Kerja: Satu Rumah Serap Empat Tenaga Kerja

Sektor perumahan dinilai memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang besar bagi masyarakat arus bawah. Rahmat Mirzani menjelaskan bahwa setiap proyek hunian yang berjalan secara otomatis menggerakkan rantai pasok material dan jasa konstruksi di tingkat lokal.

"Sektor perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Rabu (pekan ini).

Ia menambahkan bahwa satu unit pembangunan rumah dapat menciptakan peluang kerja bagi tiga hingga empat orang. Hal ini menjadikan industri properti sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah upaya pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota se-Lampung.

"REI menjadi salah satu alat negara untuk mengimplementasikan program pembangunan, terutama dalam mendorong ekonomi domestik dan pemerataan pembangunan," ucapnya.

Mengatasi Backlog 270 Ribu Unit Rumah di Lampung

Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah tingginya angka backlog atau kekurangan pemenuhan kebutuhan rumah yang mencapai angka 270 ribu unit di Provinsi Lampung. Angka ini menjadi peluang investasi sekaligus tanggung jawab sosial bagi para pengembang.

Ketua Umum DPP REI Joko Suranto mengonfirmasi kesiapan pihaknya untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan persoalan tersebut. Berdasarkan riset bersama Universitas Indonesia, setiap investasi di sektor perumahan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

"Sektor perumahan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pengembang properti adalah bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat," kata Joko Suranto.

Selain fokus pada pembangunan fisik, REI juga menjalankan program tanggung jawab lingkungan. Hingga saat ini, organisasi pengembang tersebut telah merealisasikan penanaman sekitar 300 ribu pohon dari target satu juta pohon untuk menjaga kelestarian alam di area pemukiman.

Integrasi Properti dengan Sektor Pariwisata dan Pendidikan

Pemprov Lampung mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan, dari 17 juta pada 2024 menjadi target 27 juta pada 2025. Namun, rendahnya rata-rata lama tinggal wisatawan yang hanya 1,3 hari menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Sektor properti diharapkan hadir melalui penyediaan fasilitas pendukung pariwisata yang berkualitas. "Di sinilah peran properti sangat penting, untuk menghadirkan fasilitas pendukung agar wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja mereka," tutur Gubernur.

Selain pariwisata, sektor pendidikan turut memicu kebutuhan hunian baru di kawasan perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro. Kenaikan jumlah pendaftar perguruan tinggi hingga 25 persen menciptakan ceruk pasar bagi penyediaan hunian terpadu bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.

Pemerintah daerah kini mengajak pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam perencanaan kawasan pertumbuhan baru. Desain kawasan terpadu yang mengintegrasikan industri, pariwisata, dan permukiman menjadi prioritas utama untuk memastikan pembangunan Lampung berjalan secara berkelanjutan.

Reporter: Rizky Firmansyah
Back to top